Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ : Kalian telah selesai menunaikan shalat.
- اطْمَأْنَنتُمْ : Kalian telah merasa aman dan tenang (dari rasa takut).
- كِتَابًا مَّوْقُوتًا : Kewajiban yang telah ditetapkan waktunya secara pasti.
Tafsir Ayat:
Wahai kaum mukminin, apabila kalian telah menyelesaikan shalat—khususnya dalam keadaan takut (shalat khauf)—maka janganlah kalian berhenti berdzikir kepada Allah. Ingatlah dan sebutlah nama-Nya dalam segala keadaan: baik ketika kalian berdiri, duduk, maupun berbaring di atas rusuk kalian. Dzikir ini meliputi tasbih (menyucikan Allah), tahmid (memuji-Nya), dan tahlil (mengucapkan Laa ilaaha illallah). Ini semua adalah bentuk penghambaan yang tidak terikat oleh waktu dan kondisi tertentu.
Kemudian, apabila rasa takut telah hilang dan kalian berada dalam keadaan aman dan tenteram, maka tegakkanlah shalat dengan sempurna—lengkap dengan rukun-rukunnya, syarat-syaratnya, dan sunnah-sunnahnya—sebagaimana yang telah diperintahkan kepada kalian. Janganlah kalian meremehkan atau menunda-nundanya tanpa alasan yang dibenarkan.
Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang telah ditetapkan waktunya secara pasti bagi orang-orang yang beriman. Ia tidak boleh ditinggalkan atau diabaikan, karena ia merupakan tiang agama dan penghubung langsung antara hamba dengan Rabbnya. Adapun dalam perjalanan (safar), Allah memberikan keringanan untuk menjamak dan mengqashar shalat sebagai bentuk kasih sayang-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku seiman, perhatikanlah betapa indahnya ajaran Islam ini! Allah tidak pernah membebani hamba-Nya di luar kemampuan. Dalam keadaan perang sekalipun—ketika nyawa terancam dan musuh mengintai—kalian tetap diperintahkan untuk shalat, meski dengan cara yang berbeda. Namun setelah aman, kalian diperintahkan untuk menyempurnakannya. Ini menunjukkan bahwa shalat adalah kebutuhan ruhani yang tidak pernah berhenti, sebagaimana tubuh membutuhkan makanan dan minuman.
Renungkanlah: dzikir kepada Allah tidak hanya terbatas di dalam shalat, tetapi mengiringi setiap langkah kehidupan kita—saat berdiri, duduk, bahkan saat berbaring di tempat tidur. Betapa dekatnya Allah kepada hamba-Nya yang senantiasa mengingat-Nya! Maka jadikanlah shalat sebagai penyejuk hati dan dzikir sebagai teman setia di setiap keadaan. Karena sesungguhnya, kebahagiaan sejati tidak ditemukan pada harta atau pangkat, melainkan pada ketenangan jiwa yang lahir dari kedekatan kepada Allah. Mari kita jaga shalat kita dengan penuh kecintaan dan kesadaran, karena ia adalah wasiat terakhir Rasulullah ﷺ kepada umatnya: "Shalat, shalat, dan apa yang dimiliki tangan kananmu."
📜 Ayat 101-105 — An-Nisa
Terjemah — An-Nisa 103
Surat An-Nisa Ayat 103 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu…Surat Ayat 103/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 101–105. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








