Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- مَيْتَةً (maitah): Hewan yang mati tanpa disembelih secara syar'i.
- دَمًا مَّسْفُوحًا (daman masfuha): Darah yang mengalir/tercurah, bukan darah yang melekat pada daging atau organ tubuh.
- رِجْسٌ (rijsun): Najis dan kotor, sesuatu yang menjijikkan.
- فِسْقًا (fisqan): Perbuatan yang keluar dari ketaatan kepada Allah.
- أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ (uhilla lighairillahi bihi): Hewan yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah, seperti untuk berhala atau sesembahan lainnya.
- اضْطُرَّ (idthurra): Terpaksa karena keadaan darurat, seperti kelaparan yang sangat.
- غَيْرَ بَاغٍ (ghaira baghin): Tidak menuntut/ menginginkan dengan penuh kesenangan.
- وَلَا عَادٍ (wa la 'adin): Tidak melampaui batas kebutuhan darurat.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada mereka yang bertanya tentang makanan yang dihalalkan dan diharamkan: "Aku tidak mendapati dalam wahyu yang Allah turunkan kepadaku sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali empat perkara:
Pertama, bangkai, yaitu hewan yang mati tanpa disembelih dengan cara yang syar'i. Kedua, darah yang mengalir, bukan darah yang tersisa pada daging atau organ dalam setelah penyembelihan. Ketiga, daging babi, karena sesungguhnya babi itu najis dan kotor. Keempat, hewan yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah, seperti untuk berhala atau sesembahan lainnya—perbuatan ini disebut *fisq* karena merupakan bentuk kefasikan dan keluar dari ketaatan kepada Allah.
Namun, bagi siapa saja yang terpaksa memakan makanan yang diharamkan ini karena kelaparan yang sangat, tanpa ada niat untuk mencari kesenangan atau melampaui batas kebutuhan darurat, maka Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepadanya. Allah tidak akan menghukumnya atas apa yang dia makan dalam keadaan terpaksa tersebut.
Perlu diketahui bahwa setelah ayat ini turun, melalui sunnah Nabi ﷺ ditetapkan pula keharaman binatang buas yang bertaring, burung yang berkuku tajam, dan himar (keledai) jinak. Ini menunjukkan bahwa syariat Islam datang secara bertahap dan sempurna dalam menetapkan hukum-hukumnya.
Hikmah dan Pelajaran:
Ayat ini mengajarkan kita bahwa Islam adalah agama yang mudah dan penuh kasih sayang. Allah tidak memberatkan hamba-Nya melampaui batas kemampuan mereka. Dalam keadaan darurat, Allah memberikan keringanan (rukhsah) yang indah. Ini adalah bukti rahmat Allah yang begitu luas kepada umat manusia.
Marilah kita senantiasa bersyukur atas nikmat Islam yang sempurna ini, yang mengatur setiap aspek kehidupan kita dengan hikmah dan keadilan. Allah tidak mengharamkan sesuatu melainkan untuk kebaikan kita, dan tidak menghalalkan sesuatu melainkan karena manfaatnya bagi kita. Sungguh, agama ini adalah agama yang membawa kedamaian, kebersihan, dan keberkahan dalam hidup.
📜 Ayat 143-147 — Al-An'am
Terjemah — Al-An'am 145
Surat Al-An'am Ayat 145 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu…Surat Ayat 145/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 143–147. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








