Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- A'raf: tempat yang tinggi antara surga dan neraka, penghuninya adalah orang-orang yang amal kebaikan dan keburukannya seimbang, menunggu keputusan Allah.
- Simaahum: tanda-tanda khusus yang membedakan mereka, seperti wajah yang hitam dan mata yang biru bagi penghuni neraka.
- Ma aghna: tidak berguna sama sekali, tidak bermanfaat sedikit pun.
- Jam'ukum: harta benda, anak keturunan, pengikut, dan segala yang mereka kumpulkan di dunia.
- Tastakbirun: sikap sombong dan angkuh yang menghalangi mereka untuk menerima kebenaran dan beriman.
Tafsir Ayat:
Setelah Allah Subhanahu wa Ta'ala menggambarkan keadaan para penghuni surga dan neraka, serta percakapan mereka yang saling berdebat, tibalah saatnya para penghuni A'raf—tempat yang tinggi yang memisahkan antara surga dan neraka—berbicara. Mereka memanggil sekelompok orang dari para pemimpin kaum kafir yang telah dilemparkan ke dalam neraka. Mereka mengenali orang-orang tersebut melalui tanda-tanda khusus yang Allah tetapkan pada wajah mereka, seperti hitamnya wajah dan birunya mata sebagai tanda kehinaan dan kemurkaan Allah.
Dengan penuh kehinaan dan penyesalan, para penghuni A'raf berkata kepada mereka: "Harta kekayaan yang kalian kumpulkan di dunia, anak-anak yang kalian banggakan, pengikut-pengikut yang kalian himpun, serta segala kekuatan dan kekuasaan yang kalian miliki—semuanya itu sama sekali tidak berguna bagi kalian saat ini. Tidak ada satu pun yang mampu menolong kalian dari azab Allah. Demikian pula kesombongan kalian di dunia, ketika kalian enggan menerima kebenaran, menolak ajakan para rasul, dan merasa tinggi hati untuk beriman kepada Allah—semua itu kini menjadi penyesalan yang tak berkesudahan."
Ayat ini menjadi pelajaran berharga bagi setiap manusia: bahwa harta, pangkat, dan kesombongan hanyalah tipuan dunia yang fana. Yang kekal hanyalah iman dan ketakwaan. Betapa banyak orang yang tertipu oleh kemewahan dunia, lalu lalai dari mengingat Allah, hingga akhirnya menyesal di saat penyesalan tidak lagi berguna.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajak kita untuk merenung sejenak: apa sebenarnya yang sedang kita kejar dalam hidup ini? Apakah kita sibuk mengumpulkan harta, mengejar jabatan, dan membanggakan keturunan, namun lupa bahwa semua itu akan ditinggalkan? Rasulullah ﷺ bersabda: "Manusia akan berkata: 'Hartaku, hartaku!' Padahal sesungguhnya bagian hartanya hanyalah tiga: apa yang ia makan lalu habis, apa yang ia pakai lalu usang, dan apa yang ia sedekahkan lalu ia simpan untuk akhirat. Adapun selain itu, ia akan pergi dan meninggalkannya untuk orang lain." (HR. Muslim)
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat untuk merendahkan hati, menerima kebenaran dengan lapang dada, dan tidak sombong dengan apa yang Allah berikan kepada kita. Sesungguhnya kesombongan adalah penghalang terbesar menuju surga. Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walau sebesar biji sawi." (HR. Muslim)
Semoga Allah melindungi kita dari sifat sombong dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang rendah hati, beriman, dan istiqamah di jalan-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 46-50 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 48
Surat Al-A'raf Ayat 48 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan orang-orang yang di atas A'raaf memanggil beberapa orang (pemuka-pemuka…Surat Ayat 48/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 46–50. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








