Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- عُزَيْرٌ (Uzair): seorang nabi Bani Israil yang dikenal dalam tradisi mereka.
- يُضَاهِئُونَ (yudhāhi'ūn): mereka menyerupakan atau meniru.
- قَاتَلَهُمُ اللَّهُ (qātalahumullāh): laknat dan azab Allah atas mereka; ini adalah doa kebinasaan.
- أَنَّى يُؤْفَكُونَ (annā yu'fakūn): bagaimana mereka dipalingkan dari kebenaran menuju kebatilan?
Tafsir Ayat:
Sungguh besar kesesatan yang dilakukan oleh segolongan manusia yang mengaku memiliki kitab suci! Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan kepada kita tentang dua kelompok yang menyimpang dari jalan tauhid:
Pertama, kaum Yahudi. Mereka dengan berani mengucapkan perkataan yang sangat keji, yaitu menisbatkan seorang anak kepada Allah dengan mengatakan bahwa "Uzair adalah putra Allah". Padahal Uzair hanyalah seorang hamba yang saleh dan nabi yang diutus kepada mereka. Sungguh, ini adalah kebohongan besar yang mereka karang-karangan sendiri tanpa dasar ilmu sedikit pun.
Kedua, kaum Nasrani. Mereka juga tidak kalah sesatnya dengan mengklaim bahwa "Al-Masih (Nabi Isa) adalah putra Allah". Padahal Isa 'alaihissalam adalah hamba Allah dan Rasul-Nya yang diciptakan tanpa ayah sebagai mukjizat dari Allah, tetapi itu tidak menjadikannya sebagai anak Allah. Maha Suci Allah dari segala yang mereka tuduhkan!
Allah kemudian menjelaskan bahwa perkataan mereka ini hanyalah omongan di mulut belaka — tanpa bukti, tanpa dalil, tanpa hujjah yang kuat. Mereka hanya mengikuti hawa nafsu dan tradisi nenek moyang mereka. Yang lebih menyedihkan lagi, perkataan mereka ini justru meniru pola pikir dan ucapan orang-orang kafir sebelumnya, seperti kaum musyrik Arab yang mengatakan bahwa malaikat adalah anak-anak perempuan Allah. Sungguh, mereka semua bersekutu dalam kebatilan yang sama!
Kemudian Allah berfirman: "Semoga Allah membinasakan mereka!" Ini adalah bentuk laknat dan kecaman keras dari Allah terhadap mereka. Bagaimana mungkin akal mereka sampai terbalik, meninggalkan kebenaran yang begitu jelas dan terang, lalu memilih kebatilan yang nyata? Sungguh, ini adalah kegilaan dan kebodohan yang sangat parah!
Renungan dan Pelajaran:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah! Ayat ini mengajarkan kita tentang kemurnian akidah Islam. Allah Maha Suci dari memiliki anak, karena Dia Maha Esa, Maha Kaya, dan tidak membutuhkan siapa pun. Keyakinan bahwa Allah memiliki anak adalah keyakinan yang merendahkan keagungan Allah.
Marilah kita senantiasa menjaga lisan dan hati kita dari perkataan-perkataan yang tidak berdasarkan ilmu tentang Allah. Kita cukup mengatakan sebagaimana yang diajarkan Al-Qur'an: "Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa, Allah tempat meminta segala sesuatu, Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia" (QS. Al-Ikhlas).
Betapa indahnya Islam yang membebaskan akal manusia dari khurafat dan takhayul, serta mengajak kepada keyakinan yang bersih dan lurus. Mari kita peluk erat akidah tauhid ini, dan kita sebarkan kepada seluruh umat manusia, agar mereka selamat dari kesesatan sebagaimana yang menimpa umat-umat terdahulu. Semoga Allah menjaga kita semua di atas jalan yang lurus. Aamiin.
📜 Ayat 28-32 — At-Taubah
Terjemah — At-Taubah 30
Surat At-Taubah Ayat 30 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani…Surat Ayat 30/129 — At-Taubah التوبة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Taubah Dengarkan, At-Taubah Terjemah, At-Taubah mp3, At-Taubah pdf. Ayat 28–32. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu







