At-Taubah · 69/129
Terjemah Transliterasi — At-Taubah
كَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ كَانُوا أَشَدَّ مِنكُمْ قُوَّةً وَأَكْثَرَ أَمْوَالًا وَأَوْلَادًا فَاسْتَمْتَعُوا بِخَلَاقِهِمْ فَاسْتَمْتَعْتُم بِخَلَاقِكُمْ كَمَا اسْتَمْتَعَ الَّذِينَ مِن قَبْلِكُم بِخَلَاقِهِمْ وَخُضْتُمْ كَالَّذِي خَاضُوا ۚ أُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ ۝٦٩
Kallazeena min qablikum kaanoo ashadda minkum quwwatanw wa aksara amwaalanw wa awlaadan fastamta`oo bikhalaaqihim fastamta`tum bikhalaaqikum kamas tamta`al lazeena min qablikum bikhalaa qihim wa khudtum kallazee khaadooo; ulaaa`ika habitat a`maaluhum fid dunyaa wal Aakhirati wa ulaaa`ika humul khaasiroon
📖 Arti Bahasa Indonesia
(keadaan kamu hai orang-orang munafik dan musyrikin) adalah seperti keadaan orang-orang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta dan anak-anaknya dari kamu. Maka mereka telah menikmati bagian mereka, dan kamu telah menikmati bagian kamu sebagaimana orang-orang yang sebelummu menikmati bagiannya, dan kamu mempercakapkan (hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu amalannya menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat; dan mereka itulah orang-orang yang merugi.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata Penting:

  • خَلَاقِهِمْ (khalaqihim): bagian atau nasib mereka dari kenikmatan duniawi yang telah ditentukan.
  • حَبِطَتْ (habitat): batal, sia-sia, dan tidak bernilai di sisi Allah.
  • خُضْتُمْ (khudtum): terlibat dan tenggelam dalam kebatilan, seperti orang yang masuk ke dalam air yang dalam.

Tafsir Ayat:

Wahai kaum munafik, perilaku kalian yang penuh dengan ejekan, pendustaan, dan kemunafikan ini sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru. Kalian hanyalah mengulangi jejak umat-umat sebelum kalian yang juga mendustakan para rasul. Padahal mereka itu jauh lebih hebat dari kalian: tubuh mereka lebih kuat, harta mereka lebih melimpah, dan anak-anak mereka lebih banyak. Namun semua keunggulan duniawi itu tidak menyelamatkan mereka dari azab Allah. Mereka hanya menikmati bagian mereka di dunia dengan bersenang-senang dan menuruti hawa nafsu, tanpa memikirkan akhirat.

Kini kalian pun melakukan hal yang sama. Kalian menikmati bagian kalian dari kesenangan dunia yang fana ini, persis seperti yang dilakukan oleh orang-orang sebelum kalian. Kalian tenggelam dalam kebatilan, memperolok-olok kebenaran, dan meragukan risalah Nabi Muhammad ﷺ, sebagaimana mereka juga tenggelam dalam kebatilan dan memperolok-olok para rasul mereka.

Akibatnya sangat fatal. Orang-orang yang berperilaku seperti ini—baik dari kalangan terdahulu maupun kalian—amal-amal mereka menjadi sia-sia dan terhapus, baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia, mereka tidak mendapatkan keberkahan dan petunjuk; di akhirat, mereka tidak mendapatkan pahala dan surga. Merekalah orang-orang yang merugi dengan kerugian yang sebesar-besarnya, karena mereka telah menjual kenikmatan abadi dengan kesenangan sesaat yang fana.


Renungan dan Pelajaran:

Saudaraku, ayat ini adalah peringatan yang sangat tegas bagi kita semua. Jangan pernah merasa bangga dengan kekuatan fisik, harta yang melimpah, atau banyaknya anak dan keturunan. Semua itu bisa menjadi ujian, bukan jaminan kemuliaan di sisi Allah. Yang menjadi ukuran kemuliaan hanyalah ketakwaan dan keimanan yang benar.

Lihatlah bagaimana umat-umat terdahulu yang jauh lebih perkasa dari kita—seperti kaum 'Ad dan Tsamud—akhirnya binasa karena kesombongan dan keengganan mereka menerima kebenaran. Jangan sampai kita mengulangi kesalahan yang sama. Dunia ini hanyalah persinggahan sementara, dan kenikmatannya hanyalah fatamorgana yang menipu.

Marilah kita jadikan hidup ini sebagai ladang amal untuk akhirat. Perbanyaklah ibadah, perbaiki akhlak, dan jauhi segala bentuk kemunafikan serta ejekan terhadap agama Allah. Ingatlah bahwa setiap kenikmatan yang kita rasakan sekarang akan dimintai pertanggungjawaban. Sungguh beruntung orang yang menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya, dan sungguh merugi orang yang hanya terpaku pada gemerlap dunia yang sementara.

Semoga Allah melindungi kita dari sifat munafik dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang ikhlas dan istiqamah di atas kebenaran. Aamiin.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 67-71 — At-Taubah

67الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُم مِّن بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمُنكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ ۚ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ ۗ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma'ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik.
68وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ هِيَ حَسْبُهُمْ ۚ وَلَعَنَهُمُ اللَّهُ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُّقِيمٌ
Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah melaknati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal.
69كَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ كَانُوا أَشَدَّ مِنكُمْ قُوَّةً وَأَكْثَرَ أَمْوَالًا وَأَوْلَادًا فَاسْتَمْتَعُوا بِخَلَاقِهِمْ فَاسْتَمْتَعْتُم بِخَلَاقِكُمْ كَمَا اسْتَمْتَعَ الَّذِينَ مِن قَبْلِكُم بِخَلَاقِهِمْ وَخُضْتُمْ كَالَّذِي خَاضُوا ۚ أُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
(keadaan kamu hai orang-orang munafik dan musyrikin) adalah seperti keadaan orang-orang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta dan anak-anaknya dari kamu. Maka mereka telah menikmati bagian mereka, dan kamu telah menikmati bagian kamu sebagaimana orang-orang yang sebelummu menikmati bagiannya, dan kamu mempercakapkan (hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu amalannya menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat; dan mereka itulah orang-orang yang merugi.
70أَلَمْ يَأْتِهِمْ نَبَأُ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ وَقَوْمِ إِبْرَاهِيمَ وَأَصْحَابِ مَدْيَنَ وَالْمُؤْتَفِكَاتِ ۚ أَتَتْهُمْ رُسُلُهُم بِالْبَيِّنَاتِ ۖ فَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِن كَانُوا أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ
Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, 'Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan dan negeri-negeri yang telah musnah?. Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata, maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
71وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ أُولَٰئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
At-TaubahIndeks Quran
129Ayat
MadaniyahRevelation
69Ayat

Terjemah — At-Taubah 69

Surat At-Taubah Ayat 69 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : (keadaan kamu hai orang-orang munafik dan musyrikin) adalah seperti keadaan…

Surat Ayat 69/129 — At-Taubah التوبة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Taubah Dengarkan, At-Taubah Terjemah, At-Taubah mp3, At-Taubah pdf. Ayat 67–71. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu