Hud · 19/123
Terjemah Transliterasi — Hud
الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا وَهُم بِالْآخِرَةِ هُمْ كَافِرُونَ ۝١٩
Allazeena yasuddoona `an sabeelil laahi wa yabghoonahaa `iwajanw wa hum bil Aakhiratihum kaafiroon
📖 Arti Bahasa Indonesia
(yaitu) orang-orang yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan menghendaki (supaya) jalan itu bengkok. Dan mereka itulah orang-orang yang tidak percaya akan adanya hari akhirat.

🎧 Dengarkan
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata:

  • يَصُدُّونَ: menghalangi dan mencegah.
  • سَبِيلِ اللَّهِ: jalan Allah yang lurus, yaitu agama Islam.
  • وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا: menghendaki dan menginginkan jalan itu menjadi bengkok dan menyimpang dari kebenaran.
  • عِوَجًا: bengkok, tidak lurus, menyimpang.
  • بِالْآخِرَةِ هُمْ كَافِرُونَ: mereka mengingkari hari kebangkitan, hisab, dan pembalasan.

Tafsir Ayat:

Ayat yang mulia ini menggambarkan sifat buruk orang-orang zalim yang menjadi musuh kebenaran. Mereka adalah golongan yang dengan sengaja menghalang-halangi manusia dari jalan Allah yang lurus, yaitu agama Islam yang membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Mereka tidak hanya sekadar berpaling sendiri, tetapi mereka aktif berusaha mencegah orang lain agar tidak mendapat petunjuk.

Lebih parah lagi, mereka menginginkan jalan Allah itu menjadi bengkok dan menyimpang. Mereka berusaha menyesatkan manusia, memutarbalikkan kebenaran, dan mengajak orang lain untuk mengikuti hawa nafsu serta kesesatan mereka. Mereka ingin agar tidak ada seorang pun yang menempuh jalan yang lurus itu, sehingga mereka berupaya menutup semua pintu kebaikan dan menghiasi kebatilan agar tampak menarik.

Dan sebagai puncak keburukan mereka, mereka mengingkari hari akhirat. Mereka tidak percaya kepada hari kebangkitan, hisab, dan pembalasan. Karena keingkaran inilah, mereka berani berbuat zalim dan terus-menerus dalam kesesatan, sebab mereka tidak merasa akan dimintai pertanggungjawaban atas segala perbuatan mereka.


Renungan dan Pelajaran:

Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita betapa bahayanya menghalangi manusia dari jalan Allah. Setiap orang yang menghalangi kebaikan, baik dengan perkataan, perbuatan, maupun sikap, maka ia telah menyerupai sifat yang disebutkan dalam ayat ini. Maka jadilah hamba-hamba Allah yang justru menjadi penunjuk jalan kebaikan, yang mengajak manusia kepada cahaya Islam, dan yang selalu berusaha meluruskan setiap kebengkokan dengan hikmah dan kelembutan.

Ketahuilah, keimanan kepada hari akhirat adalah benteng yang kokoh yang mencegah seseorang dari berbuat zalim dan menghalangi kebaikan. Barangsiapa yang benar-benar meyakini bahwa semua amalnya akan diperhitungkan dan dibalas, maka ia akan senantiasa berhati-hati dalam setiap langkahnya. Ia akan menjadi orang yang paling semangat dalam mengajak manusia kepada kebaikan, bukan menghalanginya.

Marilah kita perbanyak doa agar Allah Subhanahu wa Ta'ala meneguhkan hati kita di atas jalan-Nya yang lurus, menjadikan kita termasuk golongan yang menyeru kepada kebaikan, dan menjauhkan kita dari sifat-sifat orang-orang yang zalim. Semoga Allah memudahkan kita untuk senantiasa istiqamah di atas agama-Nya yang mulia ini. Aamiin.



📜 Ayat 17-21 — Hud

17أَفَمَن كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّهِ وَيَتْلُوهُ شَاهِدٌ مِّنْهُ وَمِن قَبْلِهِ كِتَابُ مُوسَىٰ إِمَامًا وَرَحْمَةً ۚ أُولَٰئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۚ وَمَن يَكْفُرْ بِهِ مِنَ الْأَحْزَابِ فَالنَّارُ مَوْعِدُهُ ۚ فَلَا تَكُ فِي مِرْيَةٍ مِّنْهُ ۚ إِنَّهُ الْحَقُّ مِن رَّبِّكَ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ
Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang ada mempunyai bukti yang nyata (Al Quran) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (Muhammad) dari Allah dan sebelum Al Quran itu telah ada Kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al Quran. Dan barangsiapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Quran, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Quran itu. Sesungguhnya (Al Quran) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.
18وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا ۚ أُولَٰئِكَ يُعْرَضُونَ عَلَىٰ رَبِّهِمْ وَيَقُولُ الْأَشْهَادُ هَٰؤُلَاءِ الَّذِينَ كَذَبُوا عَلَىٰ رَبِّهِمْ ۚ أَلَا لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka, dan para saksi akan berkata: "Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Tuhan mereka". Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim,
19الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا وَهُم بِالْآخِرَةِ هُمْ كَافِرُونَ
(yaitu) orang-orang yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan menghendaki (supaya) jalan itu bengkok. Dan mereka itulah orang-orang yang tidak percaya akan adanya hari akhirat.
20أُولَٰئِكَ لَمْ يَكُونُوا مُعْجِزِينَ فِي الْأَرْضِ وَمَا كَانَ لَهُم مِّن دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ۘ يُضَاعَفُ لَهُمُ الْعَذَابُ ۚ مَا كَانُوا يَسْتَطِيعُونَ السَّمْعَ وَمَا كَانُوا يُبْصِرُونَ
Orang-orang itu tidak mampu menghalang-halangi Allah untuk (mengazab mereka) di bumi ini, dan sekali-kali tidak adalah bagi mereka penolong selain Allah. Siksaan itu dilipat gandakan kepada mereka. Mereka selalu tidak dapat mendengar (kebenaran) dan mereka selalu tidak dapat melihat(nya).
21أُولَٰئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنفُسَهُمْ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُوا يَفْتَرُونَ
Mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan.
HudIndeks Quran
123Ayat
MakkiyahRevelation
19Ayat

Terjemah — Hud 19

Surat Hud Ayat 19 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : (yaitu) orang-orang yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan menghendaki…

Surat Ayat 19/123 — Hud هود (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Hud Dengarkan, Hud Terjemah, Hud mp3, Hud pdf. Ayat 17–21. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Wednesday, August 19, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu