Al-Baqarah · 212/286
Terjemah Transliterasi — Al-Baqarah
زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَيَسْخَرُونَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا ۘ وَالَّذِينَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَن يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ ۝٢١٢
Zuyyina lillazeena kafarul hayaatud dunyaa wa yaskharoona minal lazeena aamanoo; wallazeenat taqaw fawqahum yawmal Qiyaamah; wallaahu yarzuqu mai yashaaa`u bighairi hisaab
📖 Arti Bahasa Indonesia
Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata:

  • زُيِّنَ (diperindah/dihiasi): Yakni dijadikan tampak indah dan menarik.
  • الْحَيَاةُ الدُّنْيَا (kehidupan dunia): Keseluruhan kenikmatan dunia yang bersifat sementara.
  • وَيَسْخَرُونَ (dan mereka mengejek/memperolok-olok): Yakni menghina dan merendahkan.
  • اتَّقَوْا (orang-orang yang bertakwa): Mereka yang menjaga diri dari azab Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
  • بِغَيْرِ حِسَابٍ (tanpa perhitungan): Rezeki yang melimpah tanpa batas dan tanpa perhitungan yang ketat.

Tafsir Ayat:

Allah Subhanahu wa Ta'ala memberitahukan bahwa kehidupan dunia telah dihiasi dan diperindah bagi orang-orang yang kufur kepada Allah dan mengingkari hari kebangkitan. Mereka tenggelam dalam kenikmatan dunia yang fana, harta, pangkat, dan kesenangan yang sementara. Mereka merasa bangga dengan apa yang mereka miliki, bahkan mereka mengejek dan memperolok-olok orang-orang yang beriman yang umumnya hidup sederhana dan fakir. Mereka menganggap iman sebagai sesuatu yang hina dan tidak menguntungkan.

Padahal, pada hari kiamat kelak, kedudukan orang-orang yang bertakwa kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya akan berada di atas semua orang kafir itu. Mereka akan ditempatkan di surga yang paling tinggi (illiyyin), sementara orang-orang kafir akan dilemparkan ke dasar neraka yang paling bawah. Inilah bukti bahwa kemuliaan sejati bukan diukur dengan kekayaan dunia, melainkan dengan ketakwaan kepada Allah.

Allah juga memberitahukan bahwa Dia memberikan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa batas dan tanpa perhitungan. Allah memberikan kekayaan kepada orang kafir sebagai ujian, dan memberikan keimanan serta ketakwaan kepada orang mukmin sebagai kemuliaan. Semua itu adalah kehendak Allah yang Maha Bijaksana.


Hikmah dan Pelajaran:

Saudaraku kaum muslimin, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga. Janganlah kita tertipu oleh gemerlapnya dunia yang sementara ini. Orang-orang kafir mungkin terlihat lebih kaya, lebih kuat, dan lebih berkuasa di dunia, namun semua itu hanyalah kesenangan yang menipu. Sebagaimana firman Allah: *"Kesenangan dunia itu hanyalah sedikit, sedangkan akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa."*

Ketika orang-orang kafir mengejek dan merendahkan kita karena kefakiran atau kesederhanaan kita, janganlah bersedih. Ingatlah bahwa di sisi Allah, kedudukan kita lebih tinggi dari mereka. Mereka yang mengejek kita hari ini akan menjadi hina di akhirat kelak, sementara kita akan dimuliakan di surga-Nya yang kekal.

Maka, perbanyaklah rasa syukur atas nikmat iman yang Allah berikan kepada kita. Iman adalah harta yang paling berharga, yang tidak bisa dibeli dengan seluruh kekayaan dunia. Jadikanlah ketakwaan sebagai bekal utama kita, karena hanya dengan ketakwaanlah kita akan meraih kemuliaan di sisi Allah, baik di dunia maupun di akhirat.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa dan dijauhkan dari tipu daya dunia yang menyesatkan. Aamiin.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 210-214 — Al-Baqarah

210هَلْ يَنظُرُونَ إِلَّا أَن يَأْتِيَهُمُ اللَّهُ فِي ظُلَلٍ مِّنَ الْغَمَامِ وَالْمَلَائِكَةُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ ۚ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ
Tiada yang mereka nanti-nantikan melainkan datangnya Allah dan malaikat (pada hari kiamat) dalam naungan awan, dan diputuskanlah perkaranya. Dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan.
211سَلْ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَمْ آتَيْنَاهُم مِّنْ آيَةٍ بَيِّنَةٍ ۗ وَمَن يُبَدِّلْ نِعْمَةَ اللَّهِ مِن بَعْدِ مَا جَاءَتْهُ فَإِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Tanyakanlah kepada Bani Israil: "Berapa banyaknya tanda-tanda (kebenaran) yang nyata, yang telah Kami berikan kepada mereka". Dan barangsiapa yang menukar nikmat Allah setelah datang nikmat itu kepadanya, maka sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya.
212زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَيَسْخَرُونَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا ۘ وَالَّذِينَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَن يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.
213كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ وَأَنزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ ۚ وَمَا اخْتَلَفَ فِيهِ إِلَّا الَّذِينَ أُوتُوهُ مِن بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۖ فَهَدَى اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا لِمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِهِ ۗ وَاللَّهُ يَهْدِي مَن يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ
Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.
214أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِن قَبْلِكُم ۖ مَّسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.
Al-BaqarahIndeks Quran
286Ayat
MadaniyahRevelation
212Ayat

Terjemah — Al-Baqarah 212

Surat Al-Baqarah Ayat 212 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka…

Surat Ayat 212/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 210–214. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu