Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- مَتَاعٌ (mataa'un): Pemberian atau hadiah berupa harta, pakaian, atau nafkah yang diberikan kepada istri yang diceraikan sebagai penghibur hati.
- بِالْمَعْرُوفِ (bil-ma'ruufi): Dengan cara yang baik, wajar, dan sesuai dengan kebiasaan yang berlaku serta tidak berlebihan atau merugikan.
- حَقًّا (haqqan): Suatu kewajiban yang pasti dan tetap.
- عَلَى الْمُتَّقِينَ ('alal-muttaqiin): Atas orang-orang yang bertakwa, yaitu mereka yang takut kepada Allah dan menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.
Tafsir Ayat:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini adalah lanjutan dari pembahasan tentang hukum-hukum talak (perceraian) yang penuh dengan kelembutan dan keadilan Islam. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman bahwa bagi para wanita yang diceraikan (talak) terdapat hak untuk mendapatkan mataa' — yaitu pemberian berupa pakaian, uang, atau kebutuhan lainnya yang dapat meringankan beban hati mereka dan menghibur perasaan yang terluka akibat perpisahan.
Pemberian ini harus dilakukan bil-ma'ruf, yakni dengan cara yang baik dan patut, disesuaikan dengan kemampuan suami — jika ia kaya maka sesuai kekayaannya, dan jika ia miskin maka sesuai kemampuannya. Tidak ada paksaan untuk berlebihan, tetapi juga tidak boleh bakhil atau meremehkan. Ini adalah bentuk penghormatan Islam terhadap perasaan wanita dan pengakuan atas jasa-jasanya selama berumah tangga.
Allah menegaskan bahwa pemberian ini adalah hak yang pasti (haqqan) bagi mereka, bukan sekadar sukarela atau sedekah yang boleh diabaikan. Dan Allah mengaitkannya dengan sifat takwa — "حَقًّا عَلَى الْمُتَّقِينَ" — sebagai dorongan bagi orang-orang yang bertakwa untuk menunaikannya dengan penuh kesungguhan. Ini menunjukkan bahwa orang yang benar-benar bertakwa kepada Allah akan merasa ringan hati untuk memberikan hak ini, karena ia sadar bahwa Allah melihat segala perbuatannya dan akan membalas dengan kebaikan yang berlipat ganda.
Ayat ini mengajarkan kita betapa agungnya syariat Islam yang memperhatikan keadilan dan kasih sayang dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam momen-momen sulit seperti perceraian. Islam tidak membiarkan seorang wanita pergi dengan tangan hampa dan hati terluka, tetapi menjamin haknya untuk mendapatkan penghiburan dan penghargaan.
Nasihat dan Sentuhan Dakwah:
Saudaraku yang mulia, marilah kita renungkan keindahan ajaran Islam ini. Betapa Allah Yang Maha Pengasih tidak pernah melupakan hak-hak kaum wanita, bahkan dalam keadaan yang paling rapuh sekalipun. Ini adalah bukti bahwa Islam adalah agama yang sempurna, yang mengatur segala urusan dengan keadilan dan rahmat.
Bagi para suami yang bercerai, jadilah pribadi yang bertakwa dengan memberikan hak-hak bekas isterimu dengan ikhlas dan penuh kebaikan. Ingatlah bahwa Allah melihat setiap tetes kebaikan yang engkau berikan, dan Dia tidak akan menyia-nyiakan amal orang-orang yang berbuat baik. Dengan memberikan mataa' yang baik, engkau telah menanam benih kebaikan yang akan menuai pahala di sisi Allah, dan engkau juga telah menjaga kehormatan serta perasaan seorang wanita yang pernah menjadi pendamping hidupmu.
Dan bagi kita semua, mari kita jadikan ayat ini sebagai pelajaran bahwa dalam setiap hubungan, keadilan dan kasih sayang haruslah menjadi landasan. Islam mengajarkan kita untuk selalu berbuat baik, bahkan kepada mereka yang telah berpisah dari kita. Sungguh, ini adalah akhlak yang mulia yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang bertakwa.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa, yang senantiasa menunaikan hak-hak orang lain dengan penuh keikhlasan, dan semoga Allah memberkahi rumah tangga kita dengan keharmonisan dan keberkahan. Aamiin.
📜 Ayat 239-243 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 241
Surat Al-Baqarah Ayat 241 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Kepada wanita-wanita yang diceraikan (hendaklah diberikan oleh suaminya) mut'ah menurut…Surat Ayat 241/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 239–243. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








