Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Faṣurhunna (فَصُرْهُنَّ): Pecahkanlah dan potong-potonglah burung-burung itu.
- Ṭumma ij'al 'alā kulli jabalin minhunna juz'an (ثُمَّ اجْعَلْ عَلَى كُلِّ جَبَلٍ مِنْهُنَّ جُزْءًا): Kemudian letakkanlah sebagian dari bagian-bagian burung itu di setiap gunung.
- Sa'yā (سَعْيًا): Dengan cepat dan bersegera.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, ingatlah ketika Nabi Ibrahim 'alaihissalam bermunajat kepada Rabbnya dengan penuh kerendahan hati, "Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang yang telah mati?" Pertanyaan ini lahir dari kerinduan yang mendalam untuk menyaksikan kekuasaan Allah secara langsung, bukan dari keraguan sedikit pun.
Allah Ta'ala menjawab dengan pertanyaan yang penuh kelembutan, "Belum yakinkah kamu?" Maka Nabi Ibrahim pun segera menjawab dengan tegas, "Tentu aku telah beriman, ya Rabbku! Akan tetapi aku ingin hatiku semakin tenang dan mantap dengan menyaksikan sendiri bagaimana Engkau menghidupkan makhluk-Mu."
Allah kemudian memberikan ujian yang menakjubkan: "Ambillah empat ekor burung, lalu dekatkanlah dan sembelihlah, kemudian potong-potonglah tubuhnya menjadi beberapa bagian. Letakkan setiap bagian di atas gunung yang berbeda. Setelah itu, panggillah burung-burung itu, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan cepat." Maka Nabi Ibrahim pun melaksanakan perintah itu. Ia memanggil burung-burung yang telah tercampur dan terpisah bagian-bagiannya itu, dan dengan izin Allah, setiap bagian kembali berkumpul menyatu membentuk tubuh yang utuh, lalu burung-burung itu terbang datang kepadanya dengan penuh ketaatan.
Peristiwa agung ini menjadi bukti nyata bahwa Allah Mahakuasa menghidupkan segala yang telah mati. Allah menutup firman-Nya dengan pelajaran berharga: "Ketahuilah, sesungguhnya Allah Mahaperkasa yang tidak ada sesuatu pun yang dapat melemahkan-Nya, lagi Mahabijaksana dalam segala perintah, ciptaan, dan ketetapan-Nya."
Hikmah dan Pelajaran:
Sungguh indah teladan Nabi Ibrahim ini! Ia tidak bertanya karena ragu, melainkan karena ingin naik dari tingkatan ilmu yakin (percaya berdasarkan dalil) menuju tingkatan ainul yakin (percaya dengan menyaksikan langsung). Ini mengajarkan kita bahwa menuntut ketenangan hati dalam beriman adalah hal yang terpuji. Setiap kali kita merenungi alam semesta, membaca Al-Qur'an, atau menyaksikan keajaiban ciptaan Allah, hendaknya keimanan kita semakin bertambah dan hati kita semakin tenteram.
Ayat ini juga mengajarkan kita untuk tidak malu bertanya tentang hal-hal yang dapat menguatkan iman. Islam adalah agama yang mendorong umatnya untuk berpikir, merenung, dan mencari keyakinan. Maka perbanyaklah doa seperti doa Nabi Ibrahim: *"Ya Rabb, tambahkanlah keyakinan dalam hatiku dan tenangkanlah jiwaku dengan keimanan kepada-Mu."* Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, dan tidak ada yang mustahil bagi-Nya.
📜 Ayat 258-262 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 260
Surat Al-Baqarah Ayat 260 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana…Surat Ayat 260/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 258–262. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








