Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- FITNAH: Ujian dan cobaan. Bukan bermakna fitnah dalam arti tuduhan keji, melainkan ujian yang membedakan antara yang sabar dan yang tidak.
- TABSHIR: Penglihatan yang Maha Teliti, yang mengetahui segala sesuatu secara detail, lahir maupun batin.
Tafsir Ayat:
Wahai Rasulullah ﷺ, janganlah engkau merasa aneh atau keberatan ketika kaum musyrik mencela engkau karena engkau makan dan berjalan di pasar. Sesungguhnya Allah telah mengutus para rasul sebelummu dengan keadaan yang sama — mereka semua adalah manusia biasa yang makan makanan dan berjalan di pasar-pasar untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Tidak ada seorang pun dari para rasul yang berupa malaikat atau makhluk yang tidak membutuhkan makan dan minum. Maka engkau bukanlah rasul yang pertama dan satu-satunya yang demikian; engkau hanyalah mengikuti sunnatullah yang telah berlaku pada para nabi terdahulu.
Kemudian Allah menjadikan sebagian manusia sebagai ujian bagi sebagian yang lain. Yang kaya menjadi ujian bagi yang miskin, yang sehat menjadi ujian bagi yang sakit, yang kuat menjadi ujian bagi yang lemah, dan yang mulia menjadi ujian bagi yang hina. Demikian pula, seorang rasul yang diutus dari kalangan manusia biasa menjadi ujian bagi orang-orang yang menyombongkan diri — mereka berkata, "Mengapa Allah mengutus manusia biasa seperti kita? Mengapa bukan malaikat yang diutus?" Padahal justru di situlah letak ujiannya: apakah mereka mau tunduk kepada kebenaran meskipun datangnya dari manusia biasa, ataukah mereka menolak karena kesombongan?
Allah berfirman: "Apakah kalian akan bersabar?" — yakni, apakah kalian akan bersabar menghadapi ujian-ujian ini dengan iman dan ketakwaan, sehingga kalian meraih pahala yang besar di sisi Allah? Ataukah kalian akan berkeluh kesah dan menolak kebenaran, sehingga kalian pantas mendapatkan siksa?
Dan Tuhanmu — wahai Rasulullah — Maha Melihat segala sesuatu. Dia melihat siapa yang bersabar dan siapa yang berkeluh kesah, siapa yang beriman dan siapa yang kufur, siapa yang bersyukur dan siapa yang ingkar. Dan Dia akan membalas setiap orang sesuai dengan amal perbuatannya.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku kaum muslimin, ayat ini mengajarkan kita sebuah hakikat yang agung: bahwa menjadi manusia biasa bukanlah penghalang untuk meraih kemuliaan di sisi Allah. Justru para nabi dan rasul — makhluk yang paling mulia di sisi Allah — adalah manusia biasa yang makan, minum, dan beraktivitas seperti kita. Mereka tidak membutuhkan kemewahan atau keistimewaan fisik untuk menyampaikan risalah Allah. Ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang realistis dan sesuai dengan fitrah manusia.
Ketika engkau melihat orang lain lebih kaya, lebih sehat, atau lebih berkedudukan daripadamu, janganlah engkau berputus asa atau iri hati. Ingatlah bahwa semua itu adalah ujian. Orang yang diberi kekayaan sedang diuji apakah ia bersyukur dan berbagi, ataukah ia kufur dan bakhil. Orang yang diberi kemiskinan sedang diuji apakah ia bersabar dan tetap beribadah, ataukah ia mengeluh dan meninggalkan ketaatan. Dan ingatlah bahwa pada hari kiamat nanti, orang-orang yang bersabar akan mendapatkan pahala tanpa batas, sebagaimana firman Allah: *"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas."* (Az-Zumar: 10)
Maka jadilah hamba yang sabar dan bersyukur. Jangan biarkan ujian dunia menjauhkanmu dari Allah, tetapi jadikanlah setiap ujian sebagai tangga untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Karena Allah Maha Melihat perjuanganmu, dan Dia tidak akan pernah menyia-nyiakan amal orang-orang yang berbuat baik.
📜 Ayat 18-22 — Al-Furqan
Terjemah — Al-Furqan 20
Surat Al-Furqan Ayat 20 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan…Surat Ayat 20/77 — Al-Furqan الفرقان (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Furqan Dengarkan, Al-Furqan Terjemah, Al-Furqan mp3, Al-Furqan pdf. Ayat 18–22. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








