Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- أَوْ يُلْقَى إِلَيْهِ كَنزٌ : Atau diturunkan kepadanya harta karun dari langit.
- جَنَّةٌ : Kebun atau taman yang subur.
- مَّسْحُورًا : Orang yang terkena sihir sehingga akalnya dikalahkan (gila/linglung).
Tafsir Ayat:
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan perkataan orang-orang musyrik yang ingkar dan sombong terhadap Nabi Muhammad ﷺ. Mereka berkata dengan nada merendahkan: "Mengapa Rasul ini tidak diberikan harta karun dari langit yang membuatnya kaya raya, atau mengapa ia tidak memiliki kebun yang subur sehingga ia dapat menikmati hasilnya dan tidak perlu berjalan di pasar-pasar untuk mencari rezeki seperti kami?"
Mereka menganggap bahwa seorang utusan Allah seharusnya memiliki kehidupan yang berbeda dari manusia biasa—tidak makan, tidak minum, dan tidak membutuhkan hal-hal duniawi. Padahal, para nabi dan rasul sebelumnya juga makan, minum, dan berjalan di pasar-pasar. Ini adalah sunnatullah bagi para utusan-Nya agar mereka tetap menjadi teladan bagi umatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Kemudian Allah mengabarkan bahwa orang-orang yang zalim itu berkata kepada para pengikut Nabi ﷺ: "Kalian tidak mengikuti kecuali seorang laki-laki yang terkena sihir, yang akalnya telah dikalahkan oleh sihir tersebut." Ini adalah tuduhan keji yang mereka lontarkan karena kebencian dan kesombongan mereka. Padahal, Nabi ﷺ adalah manusia paling sempurna akalnya, paling jujur perkataannya, dan paling lurus bimbingannya.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita bahwa orang-orang yang hatinya telah tertutup oleh kesombongan dan keangkuhan akan selalu mencari-cari alasan untuk menolak kebenaran, betapapun jelasnya bukti-bukti itu datang. Mereka tidak akan pernah puas dengan mukjizat apa pun, karena masalahnya bukan pada kurangnya bukti, melainkan pada hati yang enggan tunduk kepada kebenaran.
Sebagai seorang muslim, marilah kita renungkan betapa agungnya nikmat iman yang Allah berikan kepada kita. Kita tidak termasuk golongan yang menolak kebenaran seperti mereka. Justru kita bersyukur karena Allah telah membukakan hati kita untuk menerima risalah Nabi Muhammad ﷺ yang penuh rahmat dan petunjuk.
Janganlah kita pernah merasa sombong dengan harta, kedudukan, atau kecerdasan kita, sehingga menolak kebenaran yang datang dari Allah. Karena sesungguhnya kemuliaan sejati di sisi Allah bukanlah pada harta atau pangkat, melainkan pada ketakwaan dan keikhlasan dalam mengikuti petunjuk-Nya.
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai pelajaran berharga agar kita senantiasa rendah hati, terbuka menerima kebenaran, dan tidak mudah tergoda oleh tipu daya dunia yang sementara. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa meneguhkan hati kita di atas iman dan Islam, serta menjauhkan kita dari sifat sombong dan ingkar yang menjadi ciri orang-orang zalim. Aamiin.
📜 Ayat 6-10 — Al-Furqan
Terjemah — Al-Furqan 8
Surat Ayat 8/77 — Al-Furqan الفرقان (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Furqan Dengarkan, Al-Furqan Terjemah, Al-Furqan mp3, Al-Furqan pdf. Ayat 6–10. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








