Al-Furqan · 7/77
Terjemah Transliterasi — Al-Furqan
وَقَالُوا مَالِ هَٰذَا الرَّسُولِ يَأْكُلُ الطَّعَامَ وَيَمْشِي فِي الْأَسْوَاقِ ۙ لَوْلَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مَلَكٌ فَيَكُونَ مَعَهُ نَذِيرًا ۝٧
Wa qaaloo maa li haazar Rasooli yaakulut ta`aama wa yamshee fil aswaaq; law laaa unzila ilaihi malakun fa yakoona ma`ahoo nazeeraa
📖 Arti Bahasa Indonesia
Dan mereka berkata: "Mengapa rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia?,
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata:

  • مَالِ هَذَا الرَّسُولِ — "Mengapa rasul ini?" Ungkapan ini menunjukkan keheranan dan pengingkaran mereka terhadap kerasulan Nabi Muhammad ﷺ.
  • يَأْكُلُ الطَّعَامَ — Makan makanan sebagaimana manusia biasa makan.
  • يَمْشِي فِي الْأَسْوَاقِ — Berjalan di pasar-pasar untuk mencari kebutuhan hidup.
  • لَوْلَا — Mengapa tidak / alangkah baiknya.
  • أُنزِلَ إِلَيْهِ مَلَكٌ — Diturunkan kepadanya seorang malaikat.
  • نَذِيرًا — Pemberi peringatan.

Tafsir Ayat:

Orang-orang musyrik yang mengingkari kerasulan Nabi Muhammad ﷺ berkata dengan nada heran dan mengejek: "Mengapa rasul yang mengaku menerima wahyu dari Allah ini makan makanan sebagaimana kami makan, dan berjalan di pasar-pasar untuk mencari rezeki seperti kami juga? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat yang menyertainya, menjadi saksi atas kebenarannya dan membantunya dalam menyampaikan peringatan kepada manusia?"

Mereka menganggap bahwa seorang utusan Allah tidak seharusnya memiliki sifat-sifat kemanusiaan yang biasa seperti makan dan berjalan mencari kebutuhan. Menurut mereka, seorang rasul yang benar haruslah makhluk yang berbeda dari manusia biasa, atau setidaknya ditemani oleh malaikat yang membenarkan dakwahnya.

Padahal, justru di sinilah letak hikmah dan kebijaksanaan Allah ﷻ. Allah mengutus rasul-Nya dari kalangan manusia itu sendiri, agar manusia dapat berinteraksi langsung dengannya, belajar darinya, dan meneladani kehidupannya. Makan dan berjalan di pasar bukanlah sesuatu yang mengurangi derajat kenabian, melainkan justru menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang realistis dan sesuai dengan fitrah manusia.

Sungguh indah teladan Rasulullah ﷺ yang tetap hidup sederhana, bekerja, dan berinteraksi dengan masyarakat. Beliau tidak pernah meminta dilayani secara istimewa, melainkan justru turun langsung ke tengah-tengah umatnya, merasakan pahit manisnya kehidupan, sehingga dakwahnya menyentuh hati setiap lapisan masyarakat.


Renungan dan Pelajaran:

Saudaraku, ayat ini mengajarkan kita bahwa keistimewaan seorang hamba di sisi Allah bukanlah terletak pada hal-hal lahiriah seperti kekayaan, pangkat, atau penampilan, melainkan pada ketakwaan dan keikhlasannya. Para nabi dan rasul adalah manusia pilihan yang tetap menjalani kehidupan sebagaimana manusia lainnya, namun hati mereka senantiasa terhubung dengan Allah.

Allah ﷻ dengan sengaja mengutus rasul dari kalangan manusia agar kita tidak merasa mustahil untuk meneladani mereka. Jika rasul saja makan dan berjalan di pasar, maka kita pun mampu meneladani akhlak dan perjuangannya dalam kehidupan sehari-hari.

Maka, janganlah kita tertipu oleh kemewahan dunia atau merasa rendah karena kesederhanaan hidup. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengisi hidup ini dengan ketaatan kepada Allah dan akhlak yang mulia, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ. Semoga kita termasuk umatnya yang senantiasa mencintai dan meneladani beliau dalam setiap langkah kehidupan kita. Aamiin.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 5-9 — Al-Furqan

5وَقَالُوا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ اكْتَتَبَهَا فَهِيَ تُمْلَىٰ عَلَيْهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Dan mereka berkata: "Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang".
6قُلْ أَنزَلَهُ الَّذِي يَعْلَمُ السِّرَّ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ إِنَّهُ كَانَ غَفُورًا رَّحِيمًا
Katakanlah: "Al Quran itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
7وَقَالُوا مَالِ هَٰذَا الرَّسُولِ يَأْكُلُ الطَّعَامَ وَيَمْشِي فِي الْأَسْوَاقِ ۙ لَوْلَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مَلَكٌ فَيَكُونَ مَعَهُ نَذِيرًا
Dan mereka berkata: "Mengapa rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia?,
8أَوْ يُلْقَىٰ إِلَيْهِ كَنزٌ أَوْ تَكُونُ لَهُ جَنَّةٌ يَأْكُلُ مِنْهَا ۚ وَقَالَ الظَّالِمُونَ إِن تَتَّبِعُونَ إِلَّا رَجُلًا مَّسْحُورًا
atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya perbendaharaan, atau (mengapa tidak) ada kebun baginya, yang dia dapat makan dari (hasil)nya?" Dan orang-orang yang zalim itu berkata: "Kamu sekalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang kena sihir".
9انظُرْ كَيْفَ ضَرَبُوا لَكَ الْأَمْثَالَ فَضَلُّوا فَلَا يَسْتَطِيعُونَ سَبِيلًا
Perhatikanlah, bagaimana mereka membuat perbandingan-perbandingan tentang kamu, lalu sesatlah mereka, mereka tidak sanggup (mendapatkan) jalan (untuk menentang kerasulanmu).
Al-FurqanIndeks Quran
77Ayat
MakkiyahRevelation
7Ayat

Terjemah — Al-Furqan 7

Surat Al-Furqan Ayat 7 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan mereka berkata: "Mengapa rasul itu memakan makanan dan berjalan…

Surat Ayat 7/77 — Al-Furqan الفرقان (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Furqan Dengarkan, Al-Furqan Terjemah, Al-Furqan mp3, Al-Furqan pdf. Ayat 5–9. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu