Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- وَادِ النَّمْلِ: Lembah tempat tinggal semut-semut.
- لَا يَحْطِمَنَّكُمْ: Jangan sampai kalian diinjak-injak dan dihancurkan.
- وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ: Sedangkan mereka (Sulaiman dan bala tentaranya) tidak menyadari keberadaan kalian.
Tafsir Ayat:
Dalam perjalanan yang penuh keberkahan bersama bala tentaranya yang terdiri dari manusia, jin, dan burung, Nabi Sulaiman عليه السلام terus melanjutkan perjalanan hingga sampailah mereka di sebuah lembah yang menjadi tempat tinggal sekelompok semut. Di saat itulah, seekor semut yang memiliki kepekaan dan kewaspadaan tinggi melihat pasukan besar yang sedang mendekat. Ia pun berseru kepada kaumnya dengan penuh kewaspadaan dan kasih sayang: "Wahai sekalian semut, masuklah segera ke dalam sarang-sarang kalian! Jangan sampai kalian terinjak dan hancur oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari keberadaan kalian." Seruan ini menunjukkan betapa mulianya akhlak semut tersebut; ia tidak menyalahkan pasukan Sulaiman, tetapi justru memperingatkan kaumnya untuk menyelamatkan diri, karena ia memahami bahwa pasukan itu tidak bermaksud mengganggu mereka.
Peristiwa ini menjadi bukti kebesaran Allah Subhanahu wa Ta'ala yang memberikan pemahaman kepada binatang sekecil semut, dan menjadikannya mampu berkomunikasi dengan nabinya. Ini adalah mukjizat nyata bagi Nabi Sulaiman عليه السلام, bahwa Allah memberinya kemampuan memahami bahasa binatang dan mengendalikan alam semesta sesuai kehendak-Nya.
Hikmah dan Pelajaran:
Sungguh indah pemandangan ini! Seekor semut yang kecil memberikan pelajaran besar tentang pentingnya kewaspadaan, kepedulian terhadap sesama, dan adab dalam menyampaikan peringatan. Ia tidak mengutuk atau menyalahkan, tetapi memilih jalan keselamatan dengan bijaksana. Betapa berbedanya dengan manusia yang seringkali lalai dan saling menyalahkan ketika menghadapi bahaya.
Ayat ini juga mengajarkan kita tentang keagungan kekuasaan Allah yang menjadikan segala sesuatu bertasbih dan tunduk kepada kehendak-Nya. Allah memberikan kepada Nabi Sulaiman kerajaan yang tidak diberikan kepada siapa pun setelahnya, namun tetap menjaganya dalam ketawadukan. Ketika Sulaiman mendengar ucapan semut itu, ia tersenyum dan tertawa karena takjub akan kebijaksanaan makhluk sekecil itu, lalu ia bersyukur kepada Allah atas nikmat yang tiada tara ini.
Marilah kita renungkan: Jika seekor semut saja memiliki kepedulian yang begitu tinggi terhadap keselamatan kaumnya, maka sudah sepantasnya kita sebagai manusia—yang dikaruniai akal dan hati—lebih peduli lagi terhadap keselamatan saudara-saudara kita, baik di dunia maupun di akhirat. Kita diperintahkan untuk saling menasihati dalam kebaikan dan memperingatkan dari kebinasaan, sebagaimana semut itu memperingatkan kaumnya.
Dan yang lebih penting lagi, mari kita jadikan setiap nikmat yang Allah berikan sebagai sarana untuk semakin dekat kepada-Nya, bersyukur dengan hati, lisan, dan perbuatan, serta memohon agar Allah memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang saleh dan mendapat rahmat-Nya yang luas. Sungguh, Allah Maha Mendengar doa hamba-Nya dan Maha Mengetahui segala isi hati.
📜 Ayat 16-20 — An-Naml
Terjemah — An-Naml 18
Surat An-Naml Ayat 18 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut:…Surat Ayat 18/93 — An-Naml النمل (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Naml Dengarkan, An-Naml Terjemah, An-Naml mp3, An-Naml pdf. Ayat 16–20. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








