Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا: Tersenyum sambil tertawa kecil (tersenyum ringan tanpa suara yang keras).
- أَوْزِعْنِي: Ilhamkanlah kepadaku, bimbinglah aku, dan berilah aku taufik.
- نِعْمَتَكَ: Nikmat-Mu yang agung dan tak terhitung.
- تَرْضَاهُ: Engkau ridhai dan Engkau terima.
- بِرَحْمَتِكَ: Dengan rahmat-Mu yang luas dan kasih sayang-Mu yang meliputi segala sesuatu.
- فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ: Di dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh dan bertakwa.
Tafsir Ayat:
Ketika Nabi Sulaiman ‘alaihissalam mendengar perkataan seekor semut yang memperingatkan kawan-kawannya agar segera masuk ke dalam sarang mereka supaya tidak terinjak oleh pasukan Sulaiman, beliau pun tersenyum dan tertawa kecil karena takjub dan kagum terhadap kecerdasan serta kepedulian semut tersebut. Semut yang kecil itu memiliki kesadaran yang luar biasa, ia memahami bahaya yang mengancam kaumnya, lalu dengan penuh kasih sayang ia mengingatkan mereka. Betapa indahnya ciptaan Allah yang memberikan naluri dan pemahaman kepada makhluk sekecil itu!
Saat itu juga, Nabi Sulaiman tersentuh hatinya dan merasakan betapa besar nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepadanya. Beliau tidak sombong dengan kekuasaan dan kerajaan yang dimilikinya, justru beliau merendahkan diri di hadapan Allah dan berdoa dengan penuh kerendahan hati: *"Ya Rabb-ku, ilhamkanlah kepadaku dan bimbinglah aku agar mampu mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku. Dan jadikanlah aku mampu beramal saleh yang Engkau ridhai. Serta masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh."*
Doa ini menunjukkan keteladanan yang sangat agung. Nabi Sulaiman tidak meminta kekayaan atau kekuasaan yang lebih besar, melainkan meminta tiga hal yang sangat mulia: pertama, kemampuan untuk bersyukur; kedua, kemampuan untuk beramal saleh yang diridhai; dan ketiga, dimasukkan ke dalam golongan orang-orang saleh. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua bahwa nikmat yang paling besar bukanlah harta atau tahta, melainkan kemampuan untuk bersyukur dan beramal saleh.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah ini mengajarkan kita beberapa hal yang sangat indah:
- Kepekaan hati terhadap ciptaan Allah — Nabi Sulaiman tidak menganggap remeh seekor semut, bahkan beliau tersenyum dan mengambil pelajaran darinya. Betapa banyak makhluk Allah di sekitar kita yang bisa menjadi wasilah untuk mengingatkan kita akan kebesaran Allah jika kita mau merenung.
- Rendah hati di hadapan Allah — Meskipun memiliki kerajaan yang tidak diberikan kepada siapa pun setelahnya, Nabi Sulaiman tetap berdoa dengan penuh kerendahan hati. Semakin besar nikmat yang Allah berikan, semakin besar pula kewajiban kita untuk bersyukur.
- Doa yang mencakup kebaikan dunia dan akhirat — Beliau memohon agar diberi taufik untuk bersyukur, beramal saleh, dan masuk ke dalam golongan orang-orang saleh. Ini adalah doa yang sangat lengkap dan patut kita amalkan setiap hari.
- Menghormati jasa orang tua — Dalam doanya, Nabi Sulaiman menyebut nikmat Allah kepada kedua orang tuanya. Ini mengajarkan kita untuk selalu mendoakan orang tua dan mengakui jasa mereka dalam kehidupan kita.
Marilah kita jadikan doa Nabi Sulaiman ini sebagai doa harian kita. Sungguh, tidak ada kebahagiaan yang lebih hakiki selain mampu bersyukur atas nikmat Allah, beramal saleh yang diridhai-Nya, dan kelak dimasukkan ke dalam surga bersama hamba-hamba-Nya yang saleh. Semoga Allah menjadikan kita termasuk di antara mereka. Aamiin.
📜 Ayat 17-21 — An-Naml
Terjemah — An-Naml 19
Surat An-Naml Ayat 19 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu.…Surat Ayat 19/93 — An-Naml النمل (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Naml Dengarkan, An-Naml Terjemah, An-Naml mp3, An-Naml pdf. Ayat 17–21. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








