Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- وَتَفَقَّدَ الطَّيْرَ: Memeriksa dan meneliti keadaan burung-burung yang ditundukkan untuknya, untuk mengetahui siapa yang hadir dan siapa yang tidak.
- الْهُدْهُدَ: Burung hud-hud, seekor burung yang dikenal oleh Nabi Sulaiman ‘alaihissalam, yang memiliki peran khusus dalam pasukannya.
- مَا لِيَ لَا أَرَى الْهُدْهُدَ: Ungkapan keheranan, artinya: "Mengapa aku tidak melihat hud-hud padahal seharusnya ia hadir?"
- أَمْ كَانَ مِنَ الْغَائِبِينَ: Apakah ia termasuk burung-burung yang tidak hadir karena benar-benar pergi, sehingga aku tidak melihatnya?
Tafsir Ayat:
Nabi Sulaiman ‘alaihissalam adalah seorang nabi yang dianugerahi kerajaan yang sangat agung, dan di antara keistimewaannya adalah Allah menundukkan burung-burung untuk bertugas bersamanya. Pada suatu hari, beliau melakukan pemeriksaan terhadap barisan burung-burungnya, sebagaimana seorang pemimpin yang cermat dan bertanggung jawab memeriksa pasukannya. Beliau mendapati seekor burung yang sangat dikenalnya, yaitu burung hud-hud, tidak ada di tempatnya. Maka beliau pun berkata dengan penuh keheranan dan ketelitian: "Mengapa aku tidak melihat hud-hud? Apakah ada sesuatu yang menghalangi pandanganku sehingga aku tidak melihatnya, ataukah ia benar-benar termasuk burung-burung yang sedang tidak hadir karena suatu keperluan?"
Ayat yang mulia ini mengajarkan kepada kita betapa pentingnya sifat teliti dan disiplin dalam memimpin dan mengatur urusan. Nabi Sulaiman tidak membiarkan ketidakhadiran seorang anggota pasukannya berlalu begitu saja, meskipun ia hanyalah seekor burung. Ini menunjukkan bahwa setiap individu dalam sebuah tim memiliki peran dan tanggung jawab yang tidak bisa diabaikan.
Saudaraku yang dirahmati Allah, perhatikanlah bagaimana Nabi Sulaiman memperlakukan bawahannya dengan penuh perhatian dan keadilan. Beliau tidak langsung menghukum sebelum memastikan alasan ketidakhadiran. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua: hendaknya kita menjadi pribadi yang teliti dalam setiap amanah yang kita emban, baik dalam pekerjaan, keluarga, maupun masyarakat. Janganlah kita mengabaikan hal-hal kecil, karena bisa jadi di balik hal kecil itu terdapat hikmah yang besar.
Dan sungguh, kisah ini berlanjut dengan kembalinya hud-hud membawa kabar yang sangat penting tentang negeri Saba' yang menyembah matahari. Bayangkan, jika Nabi Sulaiman tidak teliti memperhatikan ketidakhadiran hud-hud, mungkin kabar penting itu tidak akan sampai kepadanya. Demikianlah, ketelitian dan kepedulian seorang pemimpin bisa menjadi pintu kebaikan yang besar.
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai renungan: Allah Ta'ala Maha Teliti terhadap setiap amal hamba-Nya, tidak ada yang luput dari pengawasan-Nya. Maka, sudah sepantasnya kita pun meneliti amal perbuatan kita, memperbaiki kekurangan, dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan ketaatan. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang cermat dan bertanggung jawab dalam setiap urusan yang dipercayakan kepada kita.
📜 Ayat 18-22 — An-Naml
Terjemah — An-Naml 20
Surat An-Naml Ayat 20 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: "Mengapa aku tidak melihat…Surat Ayat 20/93 — An-Naml النمل (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Naml Dengarkan, An-Naml Terjemah, An-Naml mp3, An-Naml pdf. Ayat 18–22. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








