Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- سَنَنظُرُ (Sananẓuru): Kami akan memeriksa dan meneliti dengan saksama.
- أَصَدَقْتَ (Aṣadaqta): Apakah engkau benar dalam berita yang engkau sampaikan.
- مِنَ الْكَاذِبِينَ (Minal-kādżibīn): Termasuk golongan orang-orang yang berdusta.
Tafsir Ayat:
Nabi Sulaiman ‘alaihissalam adalah seorang raja dan nabi yang dianugerahi Allah kemampuan memahami bahasa burung. Ketika Hud-hud datang membawa berita besar tentang negeri Saba' yang dipimpin oleh seorang ratu, Nabi Sulaiman tidak serta-merta mempercayainya. Beliau bersikap bijaksana dan teliti, lalu berkata kepada Hud-hud: "Kami akan memeriksa dan meneliti kebenaran berita yang engkau bawa. Apakah engkau benar-benar jujur dalam perkataanmu, ataukah engkau termasuk golongan pendusta?"
Sikap Nabi Sulaiman ini menunjukkan betapa pentingnya tabayyun (klarifikasi) dan verifikasi dalam menerima setiap informasi. Beliau tidak langsung menuduh Hud-hud berbohong, tetapi juga tidak langsung membenarkannya. Beliau memberikan waktu untuk meneliti kebenaran tersebut sebelum mengambil langkah selanjutnya.
Ayat ini juga mengajarkan kepada kita bahwa seorang pemimpin yang baik harus bersikap adil dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Beliau harus mendengar semua pihak, memeriksa kebenaran, dan baru kemudian bertindak dengan bijaksana.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi kehidupan kita sehari-hari. Di era informasi yang serba cepat seperti sekarang ini, kita sering kali menerima berita tanpa memeriksa kebenarannya terlebih dahulu. Padahal Allah dan Rasul-Nya telah mengajarkan kita untuk selalu bersikap tabayyun, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an: *"Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu."* (QS. Al-Hujurat: 6).
Sikap Nabi Sulaiman yang tidak terburu-buru mempercayai Hud-hud adalah teladan indah bagi kita semua. Beliau adalah seorang nabi yang maksum (terjaga dari dosa), namun tetap bersikap hati-hati dan teliti. Maka bagaimana lagi dengan kita yang tidak luput dari kekurangan? Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat untuk selalu bersikap jujur, teliti, dan tidak mudah menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya. Dengan demikian, kita akan menjadi pribadi yang bijaksana dan dicintai Allah serta sesama manusia. Semoga Allah senantiasa membimbing kita di atas jalan-Nya yang lurus. Aamiin.
📜 Ayat 25-29 — An-Naml
Terjemah — An-Naml 27
Surat An-Naml Ayat 27 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Berkata Sulaiman: "Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu…Surat Ayat 27/93 — An-Naml النمل (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Naml Dengarkan, An-Naml Terjemah, An-Naml mp3, An-Naml pdf. Ayat 25–29. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








