Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- خُذُوا حِذْرَكُمْ (khudzu hidzrakum): Ambillah kewaspadaan kalian, yaitu bersiap-siap dan berhati-hati terhadap musuh.
- فَانفِرُوا (fanfiruu): Maka berangkatlah atau keluarlah (untuk berperang di jalan Allah).
- ثُبَاتٍ (tsubaatin): Bentuk jamak dari *tsubatun*, artinya kelompok-kelompok atau pasukan-pasukan yang terpisah-pisah, satu kelompok demi satu kelompok.
- أَوِ انفِرُوا جَمِيعًا (awi infiruu jamii'an): Atau berangkatlah kalian semuanya secara bersama-sama.
Tafsir Ayat:
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya! Ambillah kewaspadaan kalian terhadap musuh-musuh kalian dengan mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menghadapi mereka, baik berupa persenjataan, perlengkapan, maupun strategi perang. Janganlah kalian lengah atau lalai, karena musuh selalu mengintai kesempatan untuk menyerang.
Kemudian, apabila tiba saatnya berperang, berangkatlah kalian untuk menghadapi musuh dalam keadaan siap dan terorganisir. Kalian boleh berangkat secara berkelompok-kelompok, satu pasukan demi satu pasukan, atau berangkat semuanya sekaligus bersama Nabi kalian shallallahu 'alaihi wa sallam. Pilihlah cara yang paling tepat dan membawa kemaslahatan bagi kaum muslimin serta paling efektif untuk melemahkan dan mengalahkan musuh.
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa persiapan dan kewaspadaan adalah bagian dari iman. Seorang mukmin tidak boleh bersikap ceroboh dan lengah, tetapi harus selalu siap menghadapi segala kemungkinan. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita dalam kehidupan sehari-hari: hendaknya kita selalu waspada terhadap segala ancaman, baik yang bersifat fisik, moral, maupun spiritual, dan senantiasa mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku seiman, lihatlah bagaimana Islam mengajarkan kita untuk menjadi umat yang kuat dan tidak lemah! Allah tidak memerintahkan kita untuk berperang tanpa persiapan, tetapi justru memerintahkan kita untuk mengambil langkah-langkah yang matang dan terencana. Ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang realistis dan penuh hikmah. Ia tidak hanya mengajarkan ibadah ritual, tetapi juga mengatur strategi kehidupan, termasuk dalam hal pertahanan dan keamanan.
Ketika kita bersiap dan waspada, kita sedang menjalankan perintah Allah, dan itu adalah ibadah. Maka janganlah kita menjadi umat yang malas dan lengah. Mari kita isi hidup kita dengan persiapan yang baik: persiapan ilmu, persiapan harta, persiapan fisik, dan yang terpenting persiapan iman dan takwa. Dengan begitu, kita akan menjadi pribadi yang tangguh dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan sesama. Semoga Allah senantiasa membimbing kita di jalan-Nya yang lurus. Aamiin.
📜 Ayat 69-73 — An-Nisa
Terjemah — An-Nisa 71
Surat An-Nisa Ayat 71 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke…Surat Ayat 71/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 69–73. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








