Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Tu'azzirūhu (تُعَزِّرُوهُ): Memberikan pertolongan, penguatan, dan dukungan. Dalam konteks ini, kata ganti "-hu" merujuk kepada Rasulullah ﷺ, yaitu membantu dan membela perjuangan beliau.
- Tuwaqqirūhu (تُوَقِّرُوهُ): Mengagungkan, menghormati, dan memuliakan. Kata ganti "-hu" di sini juga merujuk kepada Nabi Muhammad ﷺ, yaitu memberikan penghormatan yang layak kepada beliau.
- Tusabbiḥūhu (تُسَبِّحُوهُ): Menyucikan dan mengagungkan Allah dari segala kekurangan. Kata ganti "-hu" di sini merujuk kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
- Bukratan (بُكْرَةً): Waktu pagi, yaitu awal siang.
- Aṣīlan (أَصِيلًا): Waktu sore atau petang, yaitu akhir siang.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini merupakan kelanjutan dari tujuan diutusnya Rasulullah ﷺ sebagai saksi, pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan. Allah Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan bahwa hikmah dari pengutusan beliau adalah agar kalian—wahai umat manusia—beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dengan keimanan yang benar dan kokoh.
Kemudian Allah memerintahkan beberapa hal yang merupakan konsekuensi dari keimanan tersebut:
- Membela dan menolong Rasulullah ﷺ dalam menyebarkan agama Allah, mendukung perjuangan beliau, dan membela sunnahnya dari segala bentuk serangan dan pelecehan.
- Mengagungkan dan memuliakan beliau dengan penghormatan yang layak, mengikuti ajarannya, mengedepankan cinta kepadanya di atas segalanya, dan menjadikannya sebagai teladan dalam setiap aspek kehidupan.
- Menyucikan dan mengagungkan Allah dengan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang, yaitu memuji-Nya, mengingat-Nya, dan mengakui kesempurnaan-Nya serta kebersihan-Nya dari segala kekurangan.
Ayat ini mengajarkan bahwa keimanan bukan sekadar pengakuan di lisan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata: membela agama, memuliakan Nabi, dan senantiasa berzikir kepada Allah sepanjang waktu.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini adalah panggilan mulia bagi setiap muslim untuk menghidupkan tiga perkara agung dalam kehidupan kita. Pertama, keimanan yang benar kepada Allah dan Rasul-Nya—inilah fondasi segala amal. Kedua, kecintaan dan pembelaan kepada Rasulullah ﷺ dengan mengikuti sunnahnya dan menjaga kehormatannya. Ketiga, hubungan yang terus-menerus dengan Allah melalui tasbih dan zikir di pagi dan petang hari.
Betapa indahnya hidup ini jika kita memulai pagi dengan mengingat Allah dan mengakhiri sore dengan bertasbih kepada-Nya. Hati akan menjadi tenang, jiwa menjadi damai, dan kehidupan terasa bermakna. Mari kita jadikan ayat ini sebagai pedoman hidup, agar kita termasuk hamba-hamba yang dicintai Allah dan mendapat syafaat Rasulullah ﷺ di hari kiamat kelak. Semoga Allah memudahkan kita untuk mengamalkannya. Aamiin.
📜 Ayat 7-11 — Al-Fath
Terjemah — Al-Fath 9
Surat Al-Fath Ayat 9 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)Nya,…Surat Ayat 9/29 — Al-Fath الفتح (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Fath Dengarkan, Al-Fath Terjemah, Al-Fath mp3, Al-Fath pdf. Ayat 7–11. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








