Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Lā tuqaddimū (لَا تُقَدِّمُوا): Janganlah kalian mendahului atau bersegera mengambil keputusan.
- Baina yadai (بَيْنَ يَدَيِ): Secara harfiah berarti "di antara dua tangan", maksudnya adalah di hadapan atau di depan.
- Wa ittaqullāh (وَاتَّقُوا اللَّهَ): Bertakwalah kepada Allah, yaitu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Tafsir Ayat:
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti ajaran Rasul-Nya! Janganlah kalian mendahului Allah dan Rasul-Nya dalam mengambil keputusan, baik dalam urusan ibadah, hukum, maupun perkara-perkara kehidupan lainnya. Janganlah kalian tergesa-gesa berfatwa, berpendapat, atau bertindak sebelum Allah dan Rasul-Nya menetapkan ketentuan. Ini adalah adab yang agung yang diajarkan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, agar mereka senantiasa tunduk dan patuh kepada syariat, tidak berbuat bid'ah, dan tidak membuat aturan-aturan baru yang tidak bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah.
Kemudian Allah memerintahkan: "Bertakwalah kepada Allah" — yaitu takutlah kepada Allah dalam setiap perkataan dan perbuatan kalian, jangan sampai kalian menyelisihi perintah Allah dan Rasul-Nya. Sungguh, Allah Maha Mendengar segala ucapan kalian, dan Maha Mengetahui segala niat serta perbuatan kalian. Tidak ada satu pun yang tersembunyi dari pengetahuan-Nya, dan Dia akan membalas setiap amal perbuatan kalian dengan keadilan-Nya.
Pesan Dakwah:
Ayat yang mulia ini mengajarkan kita sebuah prinsip yang sangat penting dalam kehidupan seorang muslim: menempatkan Allah dan Rasul-Nya di atas segala hal. Dalam setiap langkah, kita harus bertanya: "Apakah ini sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah?" Sebelum berpendapat, bertindak, atau mengambil keputusan, hendaknya kita merujuk terlebih dahulu kepada petunjuk Allah dan Rasul-Nya.
Inilah kunci kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat. Ketika seorang hamba menyerahkan segala urusannya kepada Allah dan mengikuti petunjuk Rasul-Nya dengan penuh keikhlasan, maka Allah akan membukakan pintu-pintu kebaikan, memberikan ketenangan hati, dan meluruskan langkah-langkahnya. Sebaliknya, siapa yang mendahulukan hawa nafsunya dan mengedepankan pendapatnya di atas wahyu, maka ia akan tersesat meskipun merasa dirinya benar.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai cermin bagi diri kita. Sebelum berbicara, berpikirlah: apakah ucapan ini diridhai Allah? Sebelum bertindak, renungkanlah: apakah perbuatan ini sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ? Dengan demikian, kita akan menjadi hamba-hamba yang dicintai Allah, dan kehidupan kita akan dipenuhi keberkahan serta keridhaan-Nya. Semoga Allah senantiasa membimbing kita di atas jalan yang lurus.
📜 Ayat 1-3 — Al-Hujurat
Terjemah — Al-Hujurat 1
Surat Al-Hujurat Ayat 1 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya…Surat Ayat 1/18 — Al-Hujurat الحجرات (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Hujurat Dengarkan, Al-Hujurat Terjemah, Al-Hujurat mp3, Al-Hujurat pdf. Ayat 1–3. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








