Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- Lā Tarfa'ū Aṣwātakum: Janganlah kalian meninggikan suara-suara kalian.
- Fauqa Ṣautin-Nabiyy: Di atas suara Nabi ﷺ.
- Wa Lā Tajharū Lahū Bil-Qaul: Dan janganlah kalian mengeraskan ucapan kepadanya.
- Kajahri Ba'ḍikum Liba'ḍ: Sebagaimana kerasnya ucapan sebagian kalian kepada sebagian yang lain.
- An Taḥbaṭa A'mālukum: Karena khawatir amal-amal kalian menjadi sia-sia/hapus pahalanya.
- Wa Antum Lā Tasy'urūn: Sedangkan kalian tidak menyadarinya.
Tafsir Ayat:
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti syariat-Nya, hendaklah kalian beradab kepada Rasulullah ﷺ. Janganlah kalian meninggikan suara kalian melebihi suara beliau ketika berbicara dengannya, dan janganlah kalian mengeraskan ucapan kepada beliau sebagaimana kalian mengeraskan suara ketika berbicara dengan sesama kalian. Berbedakanlah dalam memperlakukan beliau, karena beliau adalah utusan Allah yang mulia, bukan seperti manusia biasa. Panggillah beliau dengan penuh penghormatan, seperti "Wahai Rasulullah" atau "Wahai Nabi Allah", dengan suara yang lembut dan nada yang santun, bukan dengan memanggil namanya secara langsung seperti "Wahai Muhammad" atau "Wahai Ahmad" sebagaimana kalian memanggil teman sebaya kalian.
Ketahuilah bahwa adab ini bukan sekadar tata krama biasa, melainkan perintah Allah yang agung. Barangsiapa melanggarnya, maka ia terancam hapusnya pahala amal kebaikannya, baik yang telah lalu maupun yang akan datang, sementara ia tidak menyadari bahwa amalnya telah menjadi sia-sia di sisi Allah. Betapa meruginya seseorang yang telah bersusah payah beramal, namun kemudian amalnya hilang sia-sia karena kurangnya adab kepada Nabi ﷺ.
Sungguh, Allah ﷻ mengajarkan kepada kita adab yang mulia ini karena kecintaan-Nya kepada kita dan kepada Rasul-Nya. Beliau adalah manusia paling mulia yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi menyampaikan risalah Islam kepada kita. Maka, sudah sepantasnya kita memuliakan beliau dalam setiap keadaan, baik semasa hidupnya maupun setelah wafatnya, dengan cara mengikuti sunnahnya, mencintainya melebihi cinta kita kepada diri sendiri, keluarga, dan seluruh manusia.
Ayat ini juga mengajarkan kita sebuah pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga adab dan sopan santun, terutama kepada orang-orang yang lebih tua, para ulama, dan pemimpin kita. Jika Allah memerintahkan adab kepada Nabi-Nya dengan cara yang demikian tegas, maka tentu kita juga harus menjaga adab kepada sesama manusia, terlebih kepada mereka yang memiliki keutamaan dan kedudukan.
Marilah kita renungkan: betapa besar kasih sayang Allah kepada kita, sehingga Dia memperingatkan kita sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan. Allah tidak ingin amal ibadah kita sia-sia. Maka, mari kita jaga lisan kita, rendahkan suara kita, dan hiasi diri kita dengan adab yang mulia, agar amal-amal kita diterima dan pahalanya tidak hilang. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang beradab dan dicintai oleh-Nya serta oleh Rasul-Nya ﷺ. Aamiin.
📜 Ayat 1-4 — Al-Hujurat
Terjemah — Al-Hujurat 2
Surat Al-Hujurat Ayat 2 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara…Surat Ayat 2/18 — Al-Hujurat الحجرات (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Hujurat Dengarkan, Al-Hujurat Terjemah, Al-Hujurat mp3, Al-Hujurat pdf. Ayat 1–4. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








