Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- اللَّمَمَ (al-lamam): Dosa-dosa kecil yang kadang dilakukan seseorang tanpa disengaja atau jarang-jarang, seperti pandangan mata yang tidak sengaja, ciuman yang bukan mahram, atau sentuhan yang tidak disengaja, yang tidak sampai pada perbuatan zina.
- كَبَائِرَ الإِثْمِ (kaba'ir al-itsm): Dosa-dosa besar yang diancam dengan hukuman di dunia dan akhirat, seperti syirik, membunuh, zina, dan sebagainya.
- الْفَوَاحِشَ (al-fawahisy): Perbuatan keji yang sangat buruk dan melampaui batas, seperti zina, liwath (homoseksual), dan perbuatan dosa besar lainnya.
- أَجِنَّةٌ (ajinnah): Bentuk jamak dari *janiin*, yaitu janin atau bayi yang masih berada dalam kandungan.
- تُزَكُّوا (tuzakku): Memuji-muji diri sendiri dan menganggap diri suci serta bersih dari dosa.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini melanjutkan gambaran tentang orang-orang yang berbuat baik dan akan mendapatkan balasan surga. Mereka adalah hamba-hamba Allah yang senantiasa menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji yang dibenci Allah, seperti syirik, zina, membunuh, dan segala bentuk kemaksiatan yang berat. Namun, Allah memberikan kabar gembira bahwa dosa-dosa kecil yang kadang terlanjur dilakukan seseorang — yang disebut *al-lamam* — masih terbuka pintu ampunan baginya, selama ia tidak terus-menerus melakukannya dan segera bertobat.
Sungguh, wahai Rasulullah, Tuhanmu Mahaluas ampunan-Nya. Rahmat-Nya meliputi segala sesuatu, dan pintu taubat selalu terbuka bagi hamba-hamba-Nya yang kembali kepada-Nya dengan tulus. Allah tidak pernah bosan mengampuni, selama hamba-Nya tidak bosan memohon ampun.
Allah kemudian mengingatkan kita akan ilmu-Nya yang Maha Sempurna. Dialah yang mengetahui keadaan kalian sejak awal penciptaan, ketika Dia menciptakan nenek moyang kalian, Nabi Adam, dari tanah. Dan Dia juga mengetahui keadaan kalian ketika kalian masih berupa janin yang tersembunyi di dalam perut ibu-ibu kalian, dalam kegelapan yang berlapis-lapis. Tidak ada satu pun yang tersembunyi dari pengetahuan-Nya, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, baik yang kecil maupun yang besar.
Oleh karena itu, janganlah kalian memuji-muji diri sendiri dan menganggap diri kalian suci, dengan berkata, "Aku orang yang bertakwa, aku orang yang saleh, aku orang yang bersih." Sesungguhnya Allah-lah yang paling mengetahui siapa di antara hamba-hamba-Nya yang benar-benar bertakwa, yang menjauhi larangan-Nya dan menjalankan perintah-Nya dengan ikhlas. Kesucian diri bukanlah klaim yang diucapkan di lisan, melainkan amal yang dibuktikan dalam keseharian.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita dua hal yang sangat indah. *Pertama*, jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Meskipun kita pernah terjerumus dalam dosa-dosa kecil, pintu ampunan Allah tetap terbuka lebar. Allah tidak menuntut kita menjadi malaikat yang tidak pernah salah, tetapi Dia mencintai hamba-Nya yang sering beristighfar dan segera kembali kepada-Nya setelah berbuat khilaf.
*Kedua*, jangan pernah merasa paling suci dan paling bertakwa. Kesombongan spiritual adalah penyakit yang halus dan berbahaya. Orang yang benar-benar bertakwa justru merasa dirinya selalu kurang dalam beribadah, selalu khawatir akan kekurangan amalnya, dan selalu memohon ampunan kepada Rabb-nya. Maka, perbanyaklah istighfar, perbaikilah hubungan dengan Allah, dan jangan pernah merasa lebih baik dari orang lain. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui siapa yang benar-benar bertakwa di antara hamba-hamba-Nya. Semoga kita semua termasuk golongan yang dirahmati dan diampuni oleh-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 30-34 — An-Najm
Terjemah — An-Najm 32
Surat Ayat 32/62 — An-Najm النجم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Najm Dengarkan, An-Najm Terjemah, An-Najm mp3, An-Najm pdf. Ayat 30–34. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








