Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- أَسَاءُوا (asā'ū): orang-orang yang berbuat keburukan, yaitu mereka yang melakukan kemaksiatan dan dosa.
- بِمَا عَمِلُوا (bimā 'amilū): disebabkan apa yang telah mereka kerjakan berupa perbuatan buruk.
- أَحْسَنُوا (aḥsanū): orang-orang yang berbuat kebaikan, yaitu mereka yang beriman dan mengerjakan amal saleh.
- بِالْحُسْنَى (bil-ḥusnā): dengan balasan yang terbaik, yaitu surga.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan bahwa milik-Nyalah seluruh apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, baik sebagai pemilik, pencipta, maupun pengatur segala urusan. Tidak ada satu pun makhluk yang lepas dari kekuasaan dan pengetahuan-Nya. Penegasan ini menjadi dasar bagi keadilan Allah yang mutlak: Dia akan memberikan balasan yang setimpal kepada setiap hamba sesuai dengan amal perbuatannya.
Bagi orang-orang yang berbuat keburukan di dunia—baik berupa kekufuran, kemaksiatan, maupun kezaliman—Allah akan membalas mereka dengan azab yang setimpal dengan apa yang telah mereka kerjakan. Tidak ada satu pun perbuatan buruk yang luput dari perhitungan Allah, karena Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
Adapun orang-orang yang berbuat kebaikan—yaitu mereka yang beriman kepada Allah, mengesakan-Nya, dan mengerjakan amal-amal saleh—maka Allah akan membalas mereka dengan balasan yang terbaik, yaitu surga yang penuh kenikmatan. Mereka inilah orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji, kecuali dosa-dosa kecil yang jarang terjadi (al-lamam) yang tidak mereka terus-menerus lakukan. Dosa-dosa kecil yang tidak diiringi dengan keistiqamahan dalam ketaatan dan tidak diulang-ulang, maka Allah akan mengampuninya karena luasnya rahmat dan ampunan-Nya, selama mereka menjaga kewajiban dan menjauhi larangan-Nya.
Sungguh, Rabbmu Maha Luas ampunan-Nya. Dia Maha Mengetahui keadaan kalian sejak Dia menciptakan Adam dari tanah, dan sejak kalian masih berupa janin dalam perut ibu-ibu kalian. Maka janganlah kalian memuji-muji diri sendiri dan menyucikan diri kalian dengan mengaku-ngaku bertakwa, karena Allah-lah yang paling mengetahui siapa di antara hamba-hamba-Nya yang benar-benar bertakwa dengan menjauhi larangan-Nya dan siapa yang tidak.
Pesan Dakwah:
Ayat yang mulia ini mengajarkan kita sebuah hakikat yang agung: bahwa seluruh alam semesta ini berada dalam genggaman Allah, dan kepada-Nya-lah kita semua akan kembali untuk menerima balasan. Ini adalah kabar gembira bagi orang-orang yang berbuat baik—bahwa setiap kebaikan sekecil apa pun tidak akan sia-sia di sisi Allah. Dan ini juga menjadi peringatan tegas bagi orang-orang yang berbuat buruk—bahwa tidak ada satu pun perbuatan yang luput dari pengawasan dan pembalasan Allah.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai penyemangat untuk senantiasa berbuat baik, memperbaiki niat, dan menjauhkan diri dari segala bentuk kemaksiatan. Jangan pernah merasa aman dari azab Allah, dan jangan pula berputus asa dari rahmat-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan Dia menerima taubat hamba-hamba-Nya yang kembali kepada-Nya dengan tulus. Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang berbuat baik dan mendapatkan balasan terbaik di sisi-Nya, yaitu surga yang penuh kenikmatan. Aamiin.
📜 Ayat 29-33 — An-Najm
Terjemah — An-Najm 31
Surat Ayat 31/62 — An-Najm النجم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Najm Dengarkan, An-Najm Terjemah, An-Najm mp3, An-Najm pdf. Ayat 29–33. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








