Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- قَفَّيْنَا: Kami iringkan dan susulkan.
- رَأْفَةً: Kasih sayang yang sangat dalam.
- رَهْبَانِيَّةً: Sikap berlebihan dalam ibadah dengan meninggalkan hal-hal yang mubah (seperti menikah dan menikmati kesenangan dunia) dan mengasingkan diri.
- ابْتَدَعُوهَا: Mereka mengada-adakannya sendiri tanpa perintah dari Allah.
- مَا كَتَبْنَاهَا عَلَيْهِمْ: Kami tidak mewajibkannya atas mereka.
- فَمَا رَعَوْهَا حَقَّ رِعَايَتِهَا: Mereka tidak menjaganya dengan penjagaan yang semestinya.
Tafsir Ayat:
Setelah Allah mengutus para rasul sebelumnya secara berturut-turut, Allah kemudian mengutus Nabi Isa putra Maryam sebagai penutup para nabi Bani Israil. Allah memberinya kitab Injil sebagai petunjuk bagi umatnya. Allah menjadikan di hati orang-orang yang mengikuti beliau sifat kasih sayang dan kelembutan, sehingga mereka saling mencintai dan menyayangi di antara sesama mereka.
Namun kemudian mereka mengada-adakan suatu bentuk ibadah baru yang tidak diperintahkan oleh Allah, yaitu *rahbaniyyah* (kehidupan membiara/pertapaan) dengan cara berlebihan dalam beribadah, meninggalkan hal-hal yang dihalalkan Allah seperti menikah dan menikmati rezeki yang baik, serta mengasingkan diri dari kehidupan dunia. Padahal Allah tidak pernah mewajibkan hal itu kepada mereka. Mereka sendiri yang memberat-beratkan diri dengan hal itu, dengan tujuan mencari keridaan Allah. Akan tetapi, mereka tidak menjalankan *rahbaniyyah* itu dengan sebenar-benarnya, bahkan banyak di antara mereka yang melanggarnya dan menyimpang dari ajaran Nabi Isa.
Maka Allah memberikan pahala yang sempurna kepada orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, termasuk yang beriman kepada Nabi Muhammad ﷺ. Adapun kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah, mendustakan kebenaran, dan tidak mengikuti risalah terakhir yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ.
Renungan dan Pelajaran:
Ayat ini mengajarkan kita bahwa agama Islam adalah agama yang *fitrah* dan mudah, tidak memberatkan. Allah tidak pernah memerintahkan hamba-Nya untuk berlebihan dalam beribadah hingga meninggalkan hal-hal yang baik dan halal. Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah, keluarga, dan kehidupan dunia. Maka janganlah kita memberat-beratkan diri dengan hal-hal yang tidak diperintahkan Allah, karena yang Allah minta hanyalah keikhlasan dan ketaatan yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ. Orang yang beriman dengan benar akan mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah, dan kebahagiaan di dunia maupun akhirat.
📜 Ayat 25-29 — Al-Hadid
Terjemah — Al-Hadid 27
Surat Al-Hadid Ayat 27 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan rasul-rasul Kami dan…Surat Ayat 27/29 — Al-Hadid الحديد (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Hadid Dengarkan, Al-Hadid Terjemah, Al-Hadid mp3, Al-Hadid pdf. Ayat 25–29. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








