Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Mubasysyirin: Para pemberi kabar gembira.
- Mundzirin: Para pemberi peringatan.
- Amana: Beriman, membenarkan dengan hati.
- Ash-laha: Memperbaiki amal perbuatannya, meluruskan apa yang seharusnya diluruskan.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan bahwa Dia tidak mengutus para rasul-Nya kecuali dengan dua tugas mulia: *pertama*, menyampaikan kabar gembira kepada hamba-hamba-Nya yang taat dan beriman, yaitu balasan surga yang penuh kenikmatan abadi yang tidak pernah putus dan tidak pernah berakhir. *Kedua*, memberikan peringatan keras kepada orang-orang yang kufur dan bermaksiat akan azab yang pedih dan siksa yang sangat berat.
Maka barang siapa yang beriman kepada para rasul dengan keimanan yang benar, membenarkan apa yang mereka bawa, dan memperbaiki amal perbuatannya — meluruskan ibadah kepada Allah dan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia — maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Mereka tidak akan merasakan ketakutan saat menghadapi hari akhir dan pertemuan dengan Rabb mereka, karena mereka telah mempersiapkan bekal iman dan amal saleh. Mereka juga tidak akan bersedih hati atas apa pun yang luput dari mereka berupa kenikmatan duniawi yang sementara, karena mereka mengetahui bahwa apa yang ada di sisi Allah jauh lebih baik dan lebih kekal.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, perhatikanlah betapa indahnya kabar dari Allah ini! Risalah para nabi dan rasul bukanlah beban yang memberatkan, melainkan rahmat yang menenangkan. Mereka datang membawa kabar gembira yang menguatkan hati dan peringatan yang menyadarkan jiwa. Allah tidak mengutus mereka untuk mempersulit hidup manusia, tetapi untuk menunjukkan jalan keselamatan.
Ayat ini mengajarkan kita bahwa kunci kebahagiaan sejati ada pada dua hal: iman yang benar dan amal saleh yang ikhlas. Jika keduanya telah menyatu dalam diri seorang hamba, maka Allah menjamin dua hal yang sangat berharga: tidak ada rasa takut menghadapi masa depan yang tidak diketahui, dan tidak ada kesedihan atas apa yang telah berlalu. Sungguh, inilah ketenangan hakiki yang dicari setiap jiwa!
Maka marilah kita jadikan ayat ini sebagai penyemangat dalam beribadah dan beramal saleh. Jangan biarkan dunia yang fana ini membuat kita lalai dari tujuan utama penciptaan kita. Setiap langkah kebaikan yang kita lakukan hari ini adalah investasi kebahagiaan yang akan kita petik kelak di akhirat. Sungguh beruntung orang yang menjadikan iman dan amal saleh sebagai bekal hidupnya, karena Allah telah menjanjikan keamanan dan kebahagiaan yang tiada tara baginya.
📜 Ayat 46-50 — Al-An'am
Terjemah — Al-An'am 48
Surat Al-An'am Ayat 48 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan…Surat Ayat 48/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 46–50. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








