Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- لَا تُلْهِكُمْ (lā tulhikum): Janganlah melalaikan atau menyibukkan kalian.
- ذِكْرِ اللَّهِ (dzikrillāh): Mengingat Allah, yang mencakup salat lima waktu dan seluruh ketaatan kepada-Nya.
- الْخَاسِرُونَ (al-khāsirūn): Orang-orang yang merugi, yaitu mereka yang kehilangan sesuatu yang sangat berharga.
Tafsir Ayat:
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya! Janganlah harta benda dan anak-anak kalian melalaikan kalian dari mengingat Allah, terutama dari menunaikan salat lima waktu dan kewajiban-kewajiban agama lainnya. Sesungguhnya harta dan anak adalah ujian yang bisa menjadi sebab kebahagiaan jika digunakan untuk ketaatan, tetapi bisa pula menjadi sebab kehancuran jika melalaikan seseorang dari Tuhannya.
Barang siapa yang disibukkan oleh hartanya dan anak-anaknya hingga meninggalkan kewajiban kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang benar-benar merugi. Mereka menjual kenikmatan akhirat yang kekal dengan kesenangan dunia yang fana. Mereka kehilangan diri mereka sendiri dan keluarga mereka pada hari Kiamat, karena mereka akan masuk ke dalam azab Allah. Kerugian yang paling besar adalah ketika seseorang menghadap Allah dalam keadaan kosong dari amal saleh, padahal ia memiliki banyak kesempatan untuk beramal selama hidupnya.
Renungan dan Nasihat:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini adalah panggilan kasih sayang dari Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Allah tidak melarang kita memiliki harta dan anak, karena keduanya adalah nikmat yang halal. Akan tetapi, Allah mengingatkan agar nikmat tersebut tidak menjadi penghalang antara kita dan-Nya. Renungkanlah: betapa banyak orang yang menghabiskan waktu bertahun-tahun mengumpulkan harta, namun lupa bahwa ajalnya bisa datang kapan saja. Betapa banyak orang tua yang sibuk mencari nafkah untuk anak-anaknya, tetapi melalaikan pendidikan iman mereka dan kewajiban salat berjamaah.
Cintailah Allah dengan sepenuh hati, niscaya Allah akan menjaga hati kita dari keterikatan berlebihan kepada dunia. Jadikanlah harta dan anak sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah, bukan sebagai penghalang. Sedikit waktu yang kita luangkan untuk mengingat Allah, membaca Al-Qur'an, dan menunaikan salat tepat waktu adalah investasi terbesar yang tidak akan pernah merugi. Sebaliknya, seluruh harta dunia dan kedudukan yang kita kejar dengan melalaikan Allah, pada akhirnya hanya akan menjadi penyesalan yang tiada berguna.
Maka, mari kita jadikan setiap detik kehidupan ini bernilai di sisi Allah. Jadikan salat sebagai penyejuk hati, zikir sebagai teman setia, dan ketaatan sebagai jalan menuju kebahagiaan abadi. Sungguh, orang yang beruntung adalah mereka yang menjadikan dunia di tangannya, bukan di hatinya.
📜 Ayat 7-11 — Al-Munafiqun
Terjemah — Al-Munafiqun 9
Surat Al-Munafiqun Ayat 9 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari…Surat Ayat 9/11 — Al-Munafiqun المنافقون (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Munafiqun Dengarkan, Al-Munafiqun Terjemah, Al-Munafiqun mp3, Al-Munafiqun pdf. Ayat 7–11. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








