Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- ذُو سَعَةٍ: Orang yang memiliki keluasan rezeki dan kekayaan.
- قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ: Dipersempit dan disulitkan rezekinya (fakir).
- آتَاهَا: Memberikan kepadanya (rezeki).
- عُسْرٍ: Kesulitan, kesempitan, dan kesusahan.
- يُسْرًا: Kemudahan, kelapangan, dan kekayaan.
Tafsir Ayat:
Wahai para suami yang telah menceraikan istri-istrinya, hendaklah kalian memberikan nafkah kepada istri yang sedang dalam masa iddah dan juga kepada anak-anak kalian sesuai dengan kemampuan masing-masing. Jika kalian termasuk orang yang diberi kelapangan rezeki oleh Allah, maka berinfaklah dan berikanlah nafkah dengan keluasan dan kemurahan hati sesuai dengan kadar kekayaanmu. Janganlah bersikap kikir, karena Allah telah melapangkan rezeki bagimu sebagai ujian syukur.
Adapun jika kalian termasuk orang yang disempitkan rezekinya dan hidup dalam keterbatasan, maka janganlah kalian membebani diri di luar kemampuan. Cukup berikanlah nafkah sekadar apa yang Allah berikan kepadamu, walaupun sedikit. Allah tidak akan membebani seseorang melampaui apa yang telah Dia berikan kepadanya. Orang kaya tidak dituntut seperti tuntutan kepada orang miskin, dan orang miskin tidak dibebani seperti beban orang kaya. Ini adalah keadilan dan rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya.
Kemudian Allah menutup ayat ini dengan janji yang sangat indah: "Allah akan memberikan setelah kesulitan itu kemudahan." Ini adalah kabar gembira bagi setiap hamba yang sedang dilanda kesempitan hidup. Sungguh, bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya yang bersabar dan bertakwa terpuruk selamanya. Setiap kesulitan yang menimpa akan diganti dengan kelapangan, dan setiap kesempitan akan diikuti dengan kelegaan, baik di dunia maupun di akhirat.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita tentang keindahan syariat Islam yang penuh keadilan dan kasih sayang. Islam tidak pernah memberatkan seseorang di luar batas kemampuannya. Allah mengetahui setiap kemampuan hamba-Nya, maka Dia memerintahkan sesuai dengan kadar itu.
Janganlah engkau bersedih jika rezekimu terasa sempit. Janganlah engkau berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya janji Allah itu pasti: setelah kesulitan akan datang kemudahan. Maka perbanyaklah istigfar, perbanyaklah sabar, dan perbanyaklah berbuat baik kepada sesama, niscaya Allah akan membukakan pintu-pintu kemudahan yang tidak pernah engkau sangka-sangka.
Dan ingatlah, memberikan nafkah kepada keluarga adalah sedekah yang paling utama. Bahkan ketika engkau memberi dengan ikhlas dalam keadaan sempit, Allah akan melipatgandakan pahala bagimu dan menggantinya dengan yang lebih baik. Maka janganlah kikir, dan jangan pula memaksakan diri di luar kemampuan. Berbuat baiklah sesuai kemampuanmu, niscaya Allah akan mencukupi dan melapangkan jalan hidupmu.
📜 Ayat 5-9 — At-Talaq
Terjemah — At-Talaq 7
Surat At-Talaq Ayat 7 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang…Surat Ayat 7/12 — At-Talaq الطلاق (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Talaq Dengarkan, At-Talaq Terjemah, At-Talaq mp3, At-Talaq pdf. Ayat 5–9. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








