Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Ḍaraba: Menjadikan perumpamaan atau contoh.
- Kānatā taḥta: Keduanya berada dalam perlindungan/pernikahan dengan...
- Fakhānatāhumā: Maka keduanya mengkhianati suami-suami mereka, yaitu dalam hal agama (kekufuran dan kemunafikan), bukan dalam hal kehormatan/kesucian diri.
- Fa lam yughniyā: Maka tidak berguna sama sekali.
- Ma'a ad-dākhilīn: Bersama orang-orang yang masuk ke dalam neraka.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan sebuah perumpamaan yang sangat agung dan penuh hikmah bagi orang-orang yang kafir. Beliau mencontohkan dua wanita mulia yang menjadi istri dari dua nabi pilihan-Nya, yaitu istri Nabi Nuh 'alaihissalam dan istri Nabi Luth 'alaihissalam. Keduanya hidup di bawah naungan dua hamba Allah yang saleh dan mulia, yaitu Nabi Nuh dan Nabi Luth. Namun, kedua wanita tersebut mengkhianati suami-suami mereka dalam hal agama—mereka kafir kepada Allah, mendustakan risalah suami mereka, bahkan istri Nabi Nuh sering berkata bahwa suaminya gila, sementara istri Nabi Luth sering menunjukkan tempat tinggalnya kepada kaumnya yang jahat agar mereka dapat mengganggu para tamu Nabi Luth.
Kedudukan mereka sebagai istri para nabi tidak sedikit pun menyelamatkan mereka dari azab Allah. Ketika azab datang, tidak ada yang bisa menolong mereka. Kedua nabi yang saleh itu tidak mampu memberikan pertolongan sedikit pun kepada istri-istri mereka dari siksa Allah. Bahkan dikatakan kepada keduanya: "Masuklah kalian berdua ke dalam neraka bersama orang-orang yang masuk ke dalamnya."
Perumpamaan ini memberikan pelajaran yang sangat dalam bagi kita semua: bahwa kedekatan dengan orang-orang saleh, bahkan menjadi keluarga dekat para nabi sekalipun, tidak akan bermanfaat sedikit pun jika iman dan amal saleh tidak ada dalam diri seseorang. Yang menyelamatkan seseorang hanyalah keimanan dan ketakwaannya sendiri kepada Allah.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah kebenaran yang sangat penting: setiap jiwa akan dimintai pertanggungjawaban atas amalnya sendiri. Tidak ada seorang pun yang bisa menyelamatkan orang lain dari azab Allah jika orang itu sendiri tidak beriman dan beramal saleh. Kedekatan dengan ulama, berada di lingkungan pesantren, atau bahkan menjadi keluarga kiai tidak otomatis menjadikan seseorang selamat. Yang menyelamatkan hanyalah iman yang kokoh dan amal yang tulus.
Namun, kabar gembiranya, Allah juga memberikan perumpamaan sebaliknya dalam ayat berikutnya—bahwa istri Firaun yang hidup di tengah-tengah kekufuran dan kezaliman justru selamat karena keimanannya. Ini menunjukkan bahwa keselamatan tidak ditentukan oleh lingkungan, tetapi oleh hati yang beriman. Maka marilah kita perbaiki hati kita, perkuat iman kita, dan perbanyak amal saleh. Jangan pernah merasa aman hanya karena kita dekat dengan orang-orang saleh, dan jangan pula berputus asa hanya karena kita berada di lingkungan yang buruk. Sesungguhnya Allah Maha Adil dan Maha Mengetahui segala isi hati hamba-hamba-Nya. Semoga kita termasuk orang-orang yang beriman dan beramal saleh, serta dijauhkan dari segala bentuk kemunafikan dan kekufuran. Aamiin.
📜 Ayat 8-12 — At-Tahrim
Terjemah — At-Tahrim 10
Surat At-Tahrim Ayat 10 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi…Surat Ayat 10/12 — At-Tahrim التحريم (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Tahrim Dengarkan, At-Tahrim Terjemah, At-Tahrim mp3, At-Tahrim pdf. Ayat 8–12. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








