Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Ahlul Qurā: Penduduk negeri-negeri (yang mendustakan para rasul).
- Ba'sunā: Azab Kami, siksa yang keras dan menghancurkan.
- Bayātan: Pada waktu malam hari, ketika mereka sedang terlelap.
- Nā'imūn: Orang-orang yang sedang tidur nyenyak.
Tafsir Ayat:
Wahai manusia, pernahkah kalian berpikir tentang kaum-kaum terdahulu yang mendustakan para utusan Allah? Mereka merasa aman dan tenang dalam kesesatan mereka, seolah-olah tidak ada yang akan menimpa mereka. Padahal, Allah Yang Maha Kuasa mampu mendatangkan azab-Nya kapan saja, tanpa peringatan terlebih dahulu.
Ayat ini menggugah hati kita dengan sebuah pertanyaan yang penuh makna: "Apakah penduduk negeri-negeri yang zalim itu merasa aman dari azab Allah yang datang kepada mereka pada malam hari, ketika mereka sedang pulas tertidur lelap?" Sungguh, malam adalah waktu yang paling rentan bagi manusia. Saat itulah seseorang meletakkan segala beban dan kekhawatirannya, merasa paling tenang dan terlindungi. Namun, tidak ada yang lebih menakutkan daripada azab Allah yang datang justru di saat manusia paling lalai dan paling merasa aman.
Renungkanlah, betapa banyak kaum yang sebelumnya hidup dalam kemewahan dan kekuatan, namun dalam sekejap mata mereka binasa ketika tidur di malam hari. Mereka tidak sempat meminta ampun, tidak sempat bertobat, dan tidak sempat menyadari kesalahan mereka. Inilah peringatan yang sangat tegas bagi kita semua agar tidak tertipu oleh kehidupan dunia dan merasa aman dari rencana Allah.
Allah Maha Penyayang lagi Maha Pengasih. Dia tidak pernah menurunkan azab kecuali setelah peringatan yang cukup melalui para rasul-Nya. Namun, ketika manusia terus-menerus mendustakan kebenaran dan tenggelam dalam kemaksiatan, maka ketahuilah bahwa azab-Nya bisa datang kapan saja, baik di waktu siang maupun malam, baik saat kita sadar maupun saat kita lalai.
Maka, wahai saudaraku seiman, janganlah kita termasuk golongan yang merasa aman dari azab Allah. Mari kita jadikan malam-malam kita sebagai waktu untuk bermunajat, memohon ampunan, dan mendekatkan diri kepada-Nya. Jangan biarkan tidur kita menjadi tidur yang lalai, tetapi jadikanlah istirahat kita sebagai sarana untuk menguatkan ibadah di siang harinya. Sungguh, orang yang beriman adalah orang yang selalu merasa diawasi oleh Allah, baik dalam keadaan terjaga maupun tidur, sehingga ia senantiasa berada dalam lindungan dan rahmat-Nya.
📜 Ayat 95-99 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 97
Surat Ayat 97/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 95–99. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








