Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Wa 'inaban (وَعِنَبًا): Anggur, buah yang lezat dan bergizi.
- Wa qadban (وَقَضْبًا): Rumput hijau segar yang dipotong untuk makanan ternak, atau alfalfa (legum) yang masih basah.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala melanjutkan penyebutan nikmat-nikmat-Nya yang agung dalam menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dari bumi yang kering. Setelah menyebutkan biji-bijian, Allah menyebutkan anggur yang lezat, yang dapat dimakan segar maupun dijadikan kismis dan minuman yang menyehatkan. Anggur memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia, mengandung vitamin dan mineral yang diperlukan.
Kemudian Allah menyebutkan al-qadhb yaitu rumput hijau yang segar dan lunak, yang menjadi makanan bagi hewan ternak. Ini menunjukkan betapa sempurnanya rahmat Allah; Dia tidak hanya menyediakan makanan bagi manusia, tetapi juga menyediakan makanan bagi hewan-hewan yang menjadi penolong kehidupan manusia. Dengan demikian, manusia dan hewan sama-sama memperoleh rezeki dari bumi yang subur.
Perhatikanlah saudaraku, betapa agungnya kuasa Allah! Dari tanah yang kering dan tandus, Dia mengeluarkan berbagai macam tumbuhan yang berbeda-beda rasa, bentuk, dan manfaatnya. Ada yang menjadi makanan pokok manusia, ada yang menjadi buah-buahan yang menyenangkan, dan ada pula yang menjadi pakan ternak. Semua itu adalah bukti kasih sayang Allah kepada makhluk-Nya.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, marilah kita renungkan bersama! Ketika kita menikmati segarnya buah anggur di musim panas, atau melihat hijaunya rumput yang menjadi makanan ternak di padang, ingatlah bahwa semua itu adalah karunia Allah yang tiada tandingannya. Allah tidak menciptakan sesuatu pun dengan sia-sia; setiap tumbuhan memiliki manfaat dan hikmah tersendiri.
Ayat ini mengajak kita untuk senantiasa bersyukur atas nikmat makanan yang kita terima setiap hari. Betapa banyak manusia yang lalai, tidak pernah merenungkan dari mana datangnya makanan yang ia santap. Padahal, di balik setiap suapan, terdapat kekuasaan Allah yang Maha Agung.
Maka, jadikanlah momen makan sebagai sarana untuk mengingat Allah. Ucapkanlah "Bismillah" sebelum makan dan "Alhamdulillah" setelahnya. Renungkanlah bahwa Allah yang menumbuhkan tanaman dari bumi, yang mengalirkan air dari langit, dan yang memudahkan segala urusan kita, adalah Dzat yang layak untuk kita sembah dan cintai. Sungguh, Islam mengajarkan kita untuk menjadi hamba yang selalu bersyukur dan dekat dengan Penciptanya dalam setiap keadaan.
📜 Ayat 26-30 — 'Abasa
Terjemah — 'Abasa 28
Surat 'Abasa Ayat 28 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : anggur dan sayur-sayuran,Surat Ayat 28/42 — 'Abasa عبس (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: 'Abasa Dengarkan, 'Abasa Terjemah, 'Abasa mp3, 'Abasa pdf. Ayat 26–30. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








