Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- وَيْلٌ (Wailun): Artinya kecelakaan, kebinasaan, atau azab yang sangat pedih. Ada pula yang menafsirkannya sebagai lembah di neraka Jahanam yang sangat dalam dan panas.
- لِلْمُطَفِّفِينَ (Lil-Muthaffifin): Bentuk jamak dari *muthaffif*, yaitu orang yang curang dalam takaran dan timbangan, baik dengan mengurangi maupun melebihkan untuk kepentingan dirinya.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala membuka surat ini dengan ancaman yang sangat keras: *"Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang!"* Ini adalah peringatan tegas dari Allah bagi siapa saja yang berbuat curang dalam urusan takaran dan timbangan.
Siapakah mereka yang dimaksud? Mereka adalah orang-orang yang apabila membeli dari orang lain, mereka meminta takaran dan timbangan yang penuh dan sempurna. Namun ketika mereka menjual kepada orang lain, mereka mengurangi takaran dan timbangan tersebut. Sungguh, ini adalah perilaku yang sangat tercela dan menunjukkan rendahnya akhlak serta lemahnya iman seseorang.
Bayangkanlah, wahai saudaraku! Jika berbuat curang dalam hal timbangan dan takaran saja diancam dengan *wail* (kecelakaan dan azab yang dahsyat), maka bagaimana lagi dengan orang yang mencuri hak orang lain secara terang-terangan, merampas harta, atau menipu dalam transaksi yang lebih besar? Tentu ancamannya jauh lebih berat lagi.
Allah mengingatkan bahwa orang-orang yang berbuat curang ini seharusnya merasa takut, karena mereka akan dibangkitkan pada hari yang sangat dahsyat, yaitu hari kiamat. Pada hari itu, seluruh manusia berdiri menghadap Allah Rabb semesta alam untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan mereka, sekecil apa pun. Tidak ada satu pun yang luput dari perhitungan Allah, termasuk sebutir debu pun.
Pesan Dakwah:
Wahai kaum muslimin yang dirahmati Allah, ayat ini adalah pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Islam adalah agama yang menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam bermuamalah dan berdagang. Allah mencintai hamba-Nya yang jujur dan amanah, dan membenci hamba-Nya yang curang dan khianat.
Marilah kita renungkan: betapa banyaknya keberkahan yang hilang akibat kecurangan? Betapa banyaknya doa yang terhalang karena memakan harta yang tidak halal? Sesungguhnya rezeki yang halal meskipun sedikit, akan membawa keberkahan dan ketenangan dalam hidup. Sedangkan harta yang diperoleh dengan cara curang, meskipun banyak, akan membawa kehancuran dan penyesalan.
Oleh karena itu, jadilah pribadi yang jujur dan amanah dalam setiap transaksi. Penuhilah takaran dan timbangan dengan sempurna, karena itu adalah perintah Allah dan tanda keimanan kita. Dengan kejujuran, Allah akan melapangkan rezeki dan memberikan keberkahan yang melimpah. Ingatlah selalu bahwa Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui segala perbuatan kita, sekecil apa pun. Tidak ada satu pun yang tersembunyi dari-Nya. Maka, takutlah kepada Allah dan perbaikilah segala urusanmu, niscaya engkau akan meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.
📜 Ayat 1-3 — Al-Mutaffifin
Terjemah — Al-Mutaffifin 1
Surat Al-Mutaffifin Ayat 1 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curangSurat Ayat 1/36 — Al-Mutaffifin المطففين (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Mutaffifin Dengarkan, Al-Mutaffifin Terjemah, Al-Mutaffifin mp3, Al-Mutaffifin pdf. Ayat 1–3. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








