Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Anfirū: Keluarlah, berangkatlah untuk berperang di jalan Allah.
- Ṡāqaltum: Kalian merasa berat dan malas, serta cenderung untuk tinggal diam.
- Ilā al-arḍ: Lenyap dan condong kepada bumi, yakni memilih menetap di tempat tinggal dan tidak beranjak untuk berjihad.
- Matā': Keseronokan, kenikmatan, dan perhiasan hidup yang bersifat sementara.
Tafsir Ayat:
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya! Ada apa dengan kalian? Mengapa ketika diperintahkan untuk berangkat berjihad di jalan Allah—sebagaimana yang terjadi ketika Rasulullah ﷺ menyeru kaum muslimin untuk keluar menghadapi pasukan Romawi dalam Perang Tabuk—kalian justru merasa berat, berlambat-lambat, dan lebih memilih tinggal di rumah-rumah kalian? Sungguh, sikap ini menunjukkan bahwa kalian telah lebih memilih kesenangan dunia yang fana daripada kenikmatan akhirat yang kekal.
Allah mengingatkan dengan pertanyaan yang menusuk hati: *"Apakah kalian rela menukar kehidupan akhirat yang penuh kenikmatan abadi dengan kehidupan dunia yang hanya sementara?"* Sesungguhnya kenikmatan dunia itu sangat sedikit dan tidak berarti jika dibandingkan dengan kenikmatan akhirat yang Allah janjikan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan berjihad di jalan-Nya. Dunia hanyalah persinggahan yang cepat berlalu, sedangkan akhirat adalah negeri yang kekal. Maka betapa rugi orang yang memilih sesuatu yang sedikit dan fana, lalu meninggalkan sesuatu yang banyak dan kekal.
Renungan dan Nasihat:
Saudaraku seiman, ayat ini adalah panggilan yang sangat lembut namun tegas dari Allah kepada kita semua. Allah tidak ingin hamba-Nya terlena dengan gemerlap dunia yang hanya sebentar. Jihad di jalan Allah—baik dengan harta, jiwa, maupun tenaga—adalah bukti kecintaan kita kepada Allah dan Rasul-Nya. Ketika kita dipanggil untuk berkorban demi agama ini, janganlah kita menjadi orang yang berat melangkah. Ingatlah bahwa setiap pengorbanan yang kita lakukan di dunia ini akan diganti oleh Allah dengan balasan yang jauh lebih besar dan kekal di akhirat kelak.
Dunia ini ibarat setetes air di lautan yang luas, sedangkan akhirat adalah lautan itu sendiri. Maka, janganlah kita menjual kenikmatan yang kekal hanya demi kesenangan yang sekejap mata. Mari kita sambut setiap seruan kebaikan dengan hati yang lapang dan semangat yang membara, karena di balik setiap ketaatan terdapat kebahagiaan yang hakiki. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang cerdas memilih yang kekal dan tidak tertipu oleh yang fana. Aamiin.
📜 Ayat 36-40 — At-Taubah
Terjemah — At-Taubah 38
Surat At-Taubah Ayat 38 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: "Berangkatlah…Surat Ayat 38/129 — At-Taubah التوبة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Taubah Dengarkan, At-Taubah Terjemah, At-Taubah mp3, At-Taubah pdf. Ayat 36–40. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu







