Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Nāṣiyah (ناصية): Ubun-ubun, bagian depan kepala. Dalam konteks ini, yang dimaksud adalah pemilik ubun-ubun tersebut, yaitu Abu Jahal.
- Kādhibah (كاذبة): Pendusta, karena perkataannya dusta.
- Khāṭi'ah (خاطئة): Keliru dan salah dalam perbuatannya.
Tafsir:
Wahai manusia, perhatikanlah dengan saksama! Allah Subhanahu wa Ta'ala menggambarkan dengan sangat jelas keadaan musuh-musuh kebenaran yang sombong dan angkuh. Mereka yang menghalang-halangi jalan Allah, melarang hamba-hamba-Nya yang saleh untuk beribadah, dan menentang dakwah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam—mereka ini memiliki sifat yang tercela di sisi Allah.
Allah berfirman bahwa ubun-ubun mereka yang sombong itu adalah ubun-ubun yang dusta lagi keliru. Artinya, pemilik ubun-ubun tersebut adalah pendusta dalam perkataannya dan keliru dalam perbuatannya. Betapa hinanya mereka di sisi Allah! Padahal mereka merasa besar dan berkuasa, namun Allah menyebut mereka dengan sebutan yang sangat merendahkan—cukup dengan menyebut ubun-ubun mereka yang penuh dosa.
Renungkanlah, saudaraku! Seseorang yang merasa dirinya mulia dan kuat, ternyata di mata Allah hanyalah makhluk yang hina dengan ubun-ubun yang kādhibah (pendusta) dan khāṭi'ah (keliru). Ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua agar tidak pernah merasa sombong dengan kekuatan, harta, atau kedudukan yang kita miliki. Karena semua itu bisa menjadi sebab kehancuran kita jika kita gunakan untuk melawan kebenaran.
Ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat segala perbuatan hamba-Nya. Tidak ada satu pun yang tersembunyi dari-Nya. Orang-orang yang berbuat zalim dan menghalangi jalan Allah akan mendapatkan balasan yang setimpal. Mereka yang mengira dirinya kuat dengan pengikut dan pendukungnya, kelak akan merasakan azab yang pedih di sisi Allah.
Sungguh, ayat ini memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman dan bersabar dalam menghadapi gangguan orang-orang zalim. Allah akan membela hamba-hamba-Nya yang saleh dan menghinakan musuh-musuh-Nya. Maka janganlah pernah takut kepada manusia, karena yang berkuasa atas segalanya hanyalah Allah. Teruslah beribadah kepada-Nya, perbanyak sujud dan mendekatkan diri kepada-Nya, karena di situlah letak kemuliaan dan kebahagiaan sejati.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat untuk selalu rendah hati, jujur dalam perkataan, dan lurus dalam perbuatan. Jauhilah sifat dusta dan keliru yang menjadi ciri khas orang-orang yang dimurkai Allah. Semoga Allah senantiasa membimbing kita ke jalan yang lurus dan menjauhkan kita dari sifat-sifat tercela. Aamiin.
📜 Ayat 14-18 — Al-'Alaq
Terjemah — Al-'Alaq 16
Surat Al-'Alaq Ayat 16 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.Surat Ayat 16/19 — Al-'Alaq العلق (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-'Alaq Dengarkan, Al-'Alaq Terjemah, Al-'Alaq mp3, Al-'Alaq pdf. Ayat 14–18. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








