Terjemah — Tafsir
هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا بِالْحَقِّ ۚ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ
Makna Kata-Kata Penting:
- ضِيَاءً (Dhiyaa’): Cahaya yang terang dan kuat, yang berasal dari matahari.
- نُورًا (Nuura): Cahaya yang lebih lembut dan tidak menyilaukan, yang berasal dari bulan.
- قَدَّرَهُ (Qaddarahu): Menetapkan dan mengatur perjalanannya dengan ukuran yang tepat.
- مَنَازِلَ (Manazila): Tempat-tempat atau fase-fase perjalanan bulan (28 fase) yang telah ditentukan.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah Zat Yang Maha Kuasa yang telah menciptakan matahari sebagai sumber cahaya yang terang benderang di siang hari, dan menciptakan bulan sebagai cahaya lembut yang menerangi kegelapan malam. Allah juga telah menetapkan bagi bulan perjalanan yang teratur melalui fase-fase tertentu, dari sabit tipis hingga purnama sempurna, kemudian kembali mengecil hingga hilang. Semua ini bukanlah tanpa tujuan, melainkan agar kalian, wahai manusia, dapat menghitung bilangan tahun dan mengetahui perhitungan waktu—hari, bulan, dan tahun—dengan mudah dan akurat. Matahari menjadi penanda siang dan musim, sementara bulan menjadi penanda bulan dan tahun dalam kalender.
Allah tidak menciptakan semua ini dengan sia-sia atau tanpa hikmah. Sungguh, penciptaan matahari, bulan, dan seluruh alam semesta ini adalah dengan kebenaran yang agung—sebagai bukti kekuasaan, kebijaksanaan, dan keesaan Allah. Semua itu menjadi tanda-tanda yang jelas bagi orang-orang yang mau berpikir dan menggunakan akalnya. Allah menjelaskan bukti-bukti dan dalil-dalil ini secara terperinci agar manusia yang berilmu dapat merenungkannya, mengambil pelajaran, dan semakin dekat kepada Penciptanya.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, lihatlah bagaimana Allah mengatur alam semesta dengan begitu sempurna dan penuh perhitungan. Matahari dan bulan yang kita lihat setiap hari bukanlah sekadar benda langit biasa—mereka adalah ayat-ayat Allah yang hidup, berbicara tentang kebesaran dan kasih sayang-Nya kepada kita. Bayangkan jika matahari dan bulan berhenti berfungsi sekejap saja, bagaimana kehidupan ini akan kacau? Namun Allah menjaga semuanya dengan izin-Nya, agar kita dapat hidup dengan nyaman dan teratur.
Ini semua adalah undangan dari Allah untuk kita merenung: jika Allah begitu teliti mengatur perjalanan bulan dan matahari, apalagi mengatur kehidupan hamba-hamba-Nya yang beriman? Maka, marilah kita jadikan setiap pergantian siang dan malam, setiap fase bulan yang kita saksikan, sebagai pengingat untuk selalu bersyukur, bertasbih, dan memperbaiki diri. Sungguh, orang yang berilmu dan berakal sehat akan semakin bertambah imannya ketika merenungkan ciptaan Allah yang agung ini. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang mengambil pelajaran dari setiap ayat Allah, baik yang terbaca maupun yang terlihat di alam semesta. Aamiin.
📜 Ayat 3-7 — Yunus
Terjemah — Yunus 5
Surat Yunus Ayat 5 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya…Surat Ayat 5/109 — Yunus يونس (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yunus Dengarkan, Yunus Terjemah, Yunus mp3, Yunus pdf. Ayat 3–7. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








