Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Ghawran (غَوْرًا): air yang meresap dan tenggelam jauh ke dalam bumi sehingga tidak mungkin lagi dijangkau atau diambil.
- Thalaban (طَلَبًا): usaha untuk mencari dan mendapatkan kembali sesuatu.
Tafsir:
Wahai saudaraku yang beriman, renungkanlah betapa agungnya peringatan Allah dalam ayat ini. Setelah orang mukmin yang saleh menasihati temannya yang sombong dan kufur nikmat, ia melanjutkan dengan sebuah kemungkinan yang sangat menakutkan: "Atau air kebunmu itu menjadi surut dan tenggelam ke dalam bumi, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menemukannya."
Ini adalah gambaran tentang hilangnya sumber kehidupan secara total. Kebun yang indah dengan buah-buahan yang melimpah, pohon-pohon yang rindang, dan tanah yang subur—semuanya tidak akan berarti apa-apa jika airnya hilang. Air yang tadinya mengalir deras atau tersimpan di dalam tanah, tiba-tiba Allah tenggelamkan jauh ke dalam perut bumi. Tidak ada alat, tidak ada teknologi, tidak ada upaya manusia yang sanggup mengembalikannya. Sungguh, ini adalah bentuk kehancuran yang paling sempurna.
Perhatikanlah bagaimana Allah menggambarkan kehilangan itu dengan kata "ghawran"—bukan sekadar berkurang atau menyusut, melainkan hilang total ke kedalaman yang tak terjangkau. Dan ketika air telah hilang, maka kebun itu akan menjadi tanah gersang yang tidak bisa ditanami apa pun. Semua keindahan dan kekayaan yang dibanggakan pemiliknya akan sirna dalam sekejap.
Ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat dalam: bahwa segala sesuatu di dunia ini—harta, kebun, keturunan, kedudukan—semuanya berada di bawah kendali Allah semata. Tidak ada satu pun yang abadi dan tidak ada satu pun yang bisa dipertahankan tanpa izin-Nya. Maka betapa bodohnya manusia yang berbangga diri dengan apa yang ia miliki, seolah-olah semua itu adalah hasil usahanya sendiri dan tidak akan pernah hilang.
Saudaraku, marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat untuk selalu rendah hati di hadapan Allah. Ketika kita diberikan nikmat, ucapkanlah "Masya Allah, la quwwata illa billah" (inilah yang Allah kehendaki, tiada kekuatan kecuali dengan Allah). Jangan pernah merasa aman dari bencana dan jangan pernah merasa bangga dengan apa yang kita miliki. Sebab, Allah Maha Kuasa untuk mencabut semua nikmat-Nya dalam sekejap mata, dan tidak ada seorang pun yang mampu mencegahnya.
Betapa indahnya Islam mengajarkan kita untuk selalu bersandar kepada Allah dalam setiap keadaan. Dengan bersyukur dan berdoa, kita memohon agar Allah menjaga nikmat-Nya dan menjauhkan kita dari sifat sombong dan kufur. Semoga kita semua termasuk hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur dan tidak tertipu oleh gemerlap dunia yang sementara ini. Aamiin.
📜 Ayat 39-43 — Al-Kahf
Terjemah — Al-Kahf 41
Surat Al-Kahf Ayat 41 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : atau airnya menjadi surut ke dalam tanah, maka sekali-kali kamu…Surat Ayat 41/110 — Al-Kahf الكهف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Kahf Dengarkan, Al-Kahf Terjemah, Al-Kahf mp3, Al-Kahf pdf. Ayat 39–43. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








