Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- سَوْآتُهُمَا: aurat kedua-duanya (bagian tubuh yang harus ditutup).
- طَفِقَا: keduanya mulai melakukannya berulang-ulang.
- يَخْصِفَانِ: menempelkan sesuatu pada sesuatu yang lain, yaitu menutupkan daun di atas daun.
- فَغَوَى: menyimpang dari apa yang diperintahkan kepadanya, atau kehilangan arah kebenaran karena tergoda.
Tafsir Ayat:
Setelah Adam dan Hawa melanggar larangan Allah dengan memakan buah dari pohon yang terlarang itu, maka seketika itu pula terbukalah aurat keduanya yang selama ini tertutup. Mereka pun merasa malu dan bergegas menutup tubuh mereka dengan daun-daun surga, saling menempelkan daun itu satu sama lain agar aurat mereka tidak terlihat. Peristiwa ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh maksiat: ia menyingkapkan apa yang seharusnya dijaga dan menimbulkan rasa malu serta penyesalan.
Dalam ayat ini, Allah menyebutkan bahwa Adam telah bermaksiat kepada Tuhannya dan tersesat. Namun perlu dipahami, ini bukanlah dosa besar yang merendahkan derajat kenabiannya, melainkan suatu kekeliruan yang kemudian segera disusul dengan taubat yang tulus. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan Dia menerima taubat Adam serta memberinya petunjuk kembali.
Kisah ini mengandung pelajaran yang sangat dalam bagi kita semua. Manusia tidak pernah luput dari kesalahan, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapi kesalahan itu. Adam dan Hawa tidak berlama-lama dalam kesalahan mereka, mereka segera menyadari, menyesal, dan memohon ampun kepada Allah. Inilah teladan yang indah: setiap kali kita tergelincir dalam dosa, pintu taubat selalu terbuka lebar. Allah tidak pernah bosan menerima taubat hamba-Nya yang kembali kepada-Nya dengan hati yang tulus.
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai pengingat bahwa kehidupan dunia ini adalah ujian. Syaitan selalu berusaha menjerumuskan kita sebagaimana ia menjerumuskan Adam dan Hawa. Maka, berpegang teguhlah pada petunjuk Allah, jauhi godaan yang menyesatkan, dan jika kita terlanjur berbuat salah, segeralah kembali kepada Allah dengan taubat yang sungguh-sungguh. Sungguh, Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang banyak bertaubat dan mensucikan diri.
📜 Ayat 119-123 — Taha
Terjemah — Taha 121
Surat Taha Ayat 121 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi…Surat Ayat 121/135 — Taha طه (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Taha Dengarkan, Taha Terjemah, Taha mp3, Taha pdf. Ayat 119–123. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








