Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- سُبْحَانَكَ — Maha Suci Engkau, membersihkan Allah dari segala kekurangan dan sekutu.
- يَنبَغِي — pantas, layak, atau sepatutnya.
- أَوْلِيَاء — teman-teman dekat, pelindung, atau sesembahan selain Allah.
- مَتَّعْتَهُمْ — Engkau beri mereka kenikmatan.
- الذِّكْر — peringatan (Al-Qur'an) dan mengingat Allah.
- بُورًا — binasa, hancur, atau rusak.
Tafsir Ayat:
Pada hari kiamat nanti, ketika orang-orang musyrik mempertanyakan mengapa mereka tersesat, Allah akan menghadirkan sesembahan-sesembahan mereka — baik itu malaikat, nabi, atau makhluk lain yang mereka sembah — untuk dimintai pertanggungjawaban. Maka dengan penuh ketundukan dan pengagungan, mereka pun menjawab: "Maha Suci Engkau, wahai Tuhan kami! Tidaklah pantas dan tidaklah layak bagi kami untuk mengambil pelindung atau sesembahan selain Engkau. Bagaimana mungkin kami mengajak manusia untuk menyembah kami, sementara kami sendiri hanyalah hamba-Mu yang tunduk? Sungguh mustahil bagi kami untuk meridhai perbuatan syirik itu."
Akan tetapi, mereka menjelaskan sebab kesesatan kaum musyrik itu: "Akan tetapi Engkau, wahai Tuhan, telah memberikan kenikmatan yang melimpah kepada mereka dan nenek moyang mereka di dunia — berupa harta, kesehatan, umur panjang, dan berbagai kesenangan hidup — sebagai ujian dan istidraj (tenggang waktu). Nikmat-nikmat itu justru membuat mereka lalai dan lupa mengingat-Mu, lupa akan peringatan-Mu, dan meninggalkan ketaatan kepada-Mu. Mereka tenggelam dalam kemewahan dunia hingga akhirnya mereka menjadi kaum yang binasa, hancur, dan celaka karena kekafiran dan kesyirikan mereka."
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa kenikmatan dunia bukanlah tanda pasti bahwa seseorang dicintai Allah. Bisa jadi kenikmatan itu adalah ujian yang justru menjerumuskan seseorang ke dalam kelalaian. Betapa banyak orang yang diberi kekayaan, kesehatan, dan kekuasaan, namun semua itu membuatnya semakin jauh dari Allah. Sebaliknya, betapa banyak orang yang diuji dengan kesulitan, namun justru semakin dekat dengan Rabbnya.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengingatkan kita akan bahaya besar dari terlena dengan kenikmatan dunia. Ketika seseorang diberikan kelapangan rezeki, seharusnya ia semakin bersyukur dan semakin taat. Namun jika kenikmatan itu justru membuatnya lupa kepada Allah, maka itu adalah tanda bahaya. Mari kita jadikan setiap nikmat yang kita terima sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan sebaliknya. Ingatlah selalu bahwa dunia ini hanyalah persinggahan sementara, sedangkan akhirat adalah kampung yang kekal. Jangan sampai kita termasuk golongan yang disebut dalam ayat ini — kaum yang binasa karena lupa mengingat Allah. Semoga Allah menjaga hati kita dari kelalaian dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang selalu bersyukur dan mengingat-Nya dalam setiap keadaan. Aamiin.
📜 Ayat 16-20 — Al-Furqan
Terjemah — Al-Furqan 18
Surat Al-Furqan Ayat 18 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mereka (yang disembah itu) menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut…Surat Ayat 18/77 — Al-Furqan الفرقان (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Furqan Dengarkan, Al-Furqan Terjemah, Al-Furqan mp3, Al-Furqan pdf. Ayat 16–20. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








