Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- الْمَلَأُ (al-mala'u): Para pembesar dan pemuka kaum.
- امْشُوا (imsyū): Teruskanlah, lanjutkanlah, atau berjalanlah di atas jalan kalian.
- اصْبِرُوا (ishbirū): Bersabarlah, bertahanlah, dan teguhlah.
- آلِهَتِكُمْ (ālihatikum): Sembahan-sembahan kalian (berhala-berhala).
- يُرَادُ (yurādu): Dikehendaki atau direncanakan (sesuatu yang memiliki tujuan tersembunyi).
Tafsir Ayat:
Ketika Nabi Muhammad ﷺ berdakwah mengajak kaumnya kepada tauhid dan meninggalkan penyembahan berhala, para pembesar dan pemuka Quraisy pun bangkit dengan penuh kemarahan dan kesombongan. Mereka bergerak di tengah-tengah masyarakat untuk menghasut dan mengeraskan hati pengikut-pengikut mereka agar tetap bertahan di atas keyakinan nenek moyang. Mereka berkata, "Teruskanlah perjalanan kalian di atas jalan yang telah kalian tempuh! Jangan goyah dan jangan gentar! Bersabarlah dan bertahanlah dalam menyembah tuhan-tuhan kalian, jangan sekali-kali kalian meninggalkannya karena ajakan Muhammad. Sesungguhnya apa yang ia serukan kepada kita ini — yaitu ajakan untuk meninggalkan sesembahan kita dan menyembah Allah semata — bukanlah kebenaran, melainkan sebuah tipu daya yang telah direncanakan dengan rapi. Muhammad hanyalah menginginkan kepemimpinan dan keagungan di tengah-tengah kita. Kami tidak pernah mendengar ajaran seperti ini dari agama nenek moyang kita, dan tidak juga dari agama Nasrani. Ini hanyalah kebohongan dan pengada-adaan belaka."
Mereka menuduh dakwah Rasulullah ﷺ sebagai konspirasi politik untuk merebut kekuasaan, padahal sesungguhnya dakwah beliau adalah murni risalah dari Allah. Mereka tidak mampu membantah kebenaran yang dibawa beliau, sehingga mereka menempuh jalan fitnah dan tuduhan-tuduhan palsu. Ini adalah sunnatullah bagi setiap nabi dan rasul — para penentang selalu mencari alasan untuk menolak kebenaran, meskipun kebenaran itu telah tampak jelas.
Pesan dan Hikmah:
Saudaraku, perhatikanlah bagaimana para pemuka Quraisy itu berusaha mempertahankan kebatilan dengan segala cara. Mereka mengajak pengikutnya untuk "sabar" — namun kesabaran yang mereka maksud adalah kesabaran di atas kesesatan, bukan kesabaran di atas kebenaran. Betapa berbedanya dengan orang-orang beriman yang bersabar dalam ketaatan dan menjauhi kemaksiatan!
Ayat ini mengajarkan kita bahwa dakwah kepada kebaikan pasti akan menghadapi rintangan dan penentangan dari mereka yang merasa terganggu kepentingannya. Namun janganlah sekali-kali kita gentar. Kebenaran akan selalu bersinar meskipun para penentang berusaha memadamkannya. Allah ﷻ Maha Mengetahui segala tipu daya mereka, dan Dia senantiasa menolong hamba-hamba-Nya yang berjuang di jalan-Nya.
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai pelajaran berharga: jangan pernah meninggalkan kebenaran karena tekanan orang lain, dan jangan pernah puas dengan kebatilan hanya karena banyak yang mengikutinya. Sesungguhnya kemuliaan sejati ada pada mengikuti petunjuk Allah, bukan pada mengikuti hawa nafsu dan tradisi yang menyimpang.
📜 Ayat 4-8 — Sad
Terjemah — Sad 6
Surat Sad Ayat 6 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya berkata): "Pergilah kamu dan tetaplah…Surat Ayat 6/88 — Sad ص (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Sad Dengarkan, Sad Terjemah, Sad mp3, Sad pdf. Ayat 4–8. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








