Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- الْآلِهَةَ (al-aalihah): bentuk jamak dari *ilaah*, artinya sesembahan-sesembahan atau tuhan-tuhan.
- إِلَٰهًا وَاحِدًا (ilaahan waahidan): sesembahan yang satu, yaitu Allah Yang Maha Esa.
- عُجَابٌ ('ujaab): sesuatu yang sangat mengherankan dan menakjubkan (bentuk mubalaghah dari *'ajib*).
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini mengabadikan perkataan orang-orang kafir Quraisy yang penuh keheranan dan pengingkaran ketika Rasulullah ﷺ mengajak mereka untuk meninggalkan penyembahan berhala-berhala mereka dan mengesakan Allah semata. Mereka berkata dengan nada sinis dan tercengang: "Apakah orang ini hendak menjadikan tuhan-tuhan yang banyak itu menjadi satu tuhan saja?!" Mereka menganggap ajakan tauhid ini sebagai sesuatu yang sangat aneh dan sulit diterima oleh akal mereka yang telah terkontaminasi oleh kesyirikan.
Keheranan mereka bukanlah keheranan karena mencari kebenaran, melainkan keheranan yang lahir dari kesombongan dan keengganan untuk meninggalkan tradisi nenek moyang mereka. Padahal, jika mereka mau berpikir dengan jernih, bukankah alam semesta yang begitu luas dan teratur ini menunjukkan bahwa ia hanya diciptakan dan diatur oleh Satu Penguasa Yang Maha Kuasa? Bagaimana mungkin mereka menganggap wajar menyembah patung-patung yang tidak dapat memberi manfaat maupun mudarat, namun menganggap aneh ketika diajak menyembah Allah Yang menciptakan langit dan bumi?
Sesungguhnya keheranan mereka ini justru menjadi bukti betapa jauhnya hati mereka dari fitrah yang lurus. Fitrah manusia sebenarnya mengakui keesaan Allah, namun kesyirikan telah menutupi hati mereka sehingga kebenaran terasa asing bagi mereka.
Renungan dan Hikmah:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kepada kita betapa agungnya nikmat tauhid yang telah Allah berikan kepada kita. Kita tidak perlu bingung dan ragu sebagaimana orang-orang musyrik itu, karena kita telah dianugerahi petunjuk untuk mengenal Allah sebagai satu-satunya sesembahan yang berhak disembah. Betapa indahnya hidup ini ketika hati kita hanya terikat kepada Allah semata, tidak terpecah kepada sesembahan-sesembahan palsu yang tidak membawa manfaat apa pun.
Marilah kita renungkan, betapa banyak manusia di zaman ini yang masih "menyembah" selain Allah—entah berupa harta, jabatan, hawa nafsu, atau ketakutan kepada makhluk. Padahal, hanya dengan bertauhid kepada Allah, hati kita akan merasakan ketenangan yang hakiki. Allah berfirman: *"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram"* (QS. Ar-Ra'd: 28).
Jadikanlah keesaan Allah sebagai sumber kekuatan kita. Ketika kita meyakini bahwa hanya Allah yang mengatur segala urusan, maka tidak ada yang perlu kita takuti selain Dia, dan tidak ada yang perlu kita harapkan selain rahmat-Nya. Inilah kemuliaan yang tidak akan pernah bisa dirasakan oleh orang-orang yang hatinya masih terpecah kepada selain Allah.
📜 Ayat 3-7 — Sad
Terjemah — Sad 5
Surat Sad Ayat 5 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Satu saja? Sesungguhnya…Surat Ayat 5/88 — Sad ص (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Sad Dengarkan, Sad Terjemah, Sad mp3, Sad pdf. Ayat 3–7. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








