An-Nisa · 153/176
Terjemah Transliterasi — An-Nisa
يَسۡـَٔلُكَ أَهۡلُ ٱلۡكِتَٰبِ أَن تُنَزِّلَ عَلَيۡهِمۡ كِتَٰبًا مِّنَ ٱلسَّمَآءِۚ فَقَدۡ سَأَلُواْ مُوسَىٰٓ أَكۡبَرَ مِن ذَٰلِكَ فَقَالُوٓاْ أَرِنَا ٱللَّهَ جَهۡرَةً فَأَخَذَتۡهُمُ ٱلصَّٰعِقَةُ بِظُلۡمِهِمۡۚ ثُمَّ ٱتَّخَذُواْ ٱلۡعِجۡلَ مِنۢ بَعۡدِ مَا جَآءَتۡهُمُ ٱلۡبَيِّنَٰتُ فَعَفَوۡنَا عَن ذَٰلِكَۚ وَءَاتَيۡنَا مُوسَىٰ سُلۡطَٰنًا مُّبِينًا  ۝١٥٣
yas`aluka Ahlul Kitaabi an tunazzila `alaihim Kitaabam minas samaaa`i faqad sa aloo Moosaa akbara min zaalika faqaaloo arinal laaha jahratan fa akhazat humus saa`iqatu bizulmihim; summat takhazul `ijla mim ba`di maa jaa`at humul baiyinaatu fa`afawnaa `ann zaalik; wa aatainaa Moosaa sultaanam mubeenaa
📖 Arti Bahasa Indonesia
Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata: "Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata". Maka mereka disambar petir karena kezalimannya, dan mereka menyembah anak sapi, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami maafkan (mereka) dari yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata Sulit:

  • تُنَزِّلَ عَلَيْهِمْ كِتَابًا مِّنَ السَّمَاءِ: Menurunkan sebuah kitab dari langit sekaligus secara langsung, sebagaimana kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa.
  • جَهْرَةً: Secara terang-terangan dan nyata, yaitu melihat Allah dengan mata kepala.
  • الصَّاعِقَةُ: Petir atau sambaran api yang turun dari langit yang membinasakan.
  • الْبَيِّنَاتُ: Mukjizat-mukjizat yang jelas dan nyata yang membuktikan kebenaran.
  • سُلْطَانًا مُّبِينًا: Hujjah (bukti) yang jelas dan nyata, yaitu mukjizat-mukjizat yang diberikan kepada Nabi Musa.

Tafsir Ayat:

Wahai Nabi Muhammad, orang-orang Ahli Kitab (Yahudi) meminta kepadamu agar engkau menurunkan sebuah kitab dari langit sekaligus kepada mereka, sebagaimana kitab Taurat diturunkan sekaligus kepada Nabi Musa. Mereka meminta hal ini bukan karena keimanan dan kepatuhan, melainkan sebagai bentuk ejekan dan ujian. Maka janganlah engkau merasa heran terhadap permintaan mereka yang mustahil itu, karena nenek moyang mereka dahulu telah meminta kepada Nabi Musa sesuatu yang lebih besar dari itu. Mereka berkata, "Perlihatkanlah Allah kepada kami secara terang-terangan!" Maka Allah menimpakan sambaran petir kepada mereka sebagai azab atas kezaliman mereka, karena mereka meminta sesuatu yang tidak layak diminta oleh hamba.

Kemudian setelah Allah menghidupkan mereka kembali dari sambaran petir itu, dan setelah mereka menyaksikan mukjizat-mukjizat yang nyata di tangan Nabi Musa yang menunjukkan keesaan Allah dan kebenaran risalahnya, mereka tetap saja menyembah anak sapi sebagai tuhan selain Allah. Maka Allah memaafkan mereka atas perbuatan itu setelah mereka bertaubat, dan tidak membinasakan mereka seluruhnya. Dan Allah memberikan kepada Nabi Musa kekuasaan yang nyata, yaitu mukjizat-mukjizat yang jelas yang membuktikan kebenaran kenabiannya.


Pesan Dakwah:

Saudaraku kaum muslimin, perhatikanlah bagaimana kisah ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Ahli Kitab pada zaman Nabi meminta mukjizat yang besar, padahal mereka telah menyaksikan banyak mukjizat sebelumnya. Namun hati mereka tetap keras dan tidak mau beriman. Ini menunjukkan bahwa keimanan bukanlah semata-mata karena melihat mukjizat, tetapi karena ketulusan hati dan keinginan untuk mencari kebenaran.

Bersyukurlah kita kepada Allah yang telah memberikan kita Al-Qur'an sebagai mukjizat terbesar yang kekal hingga akhir zaman. Kitab yang penuh petunjuk, rahmat, dan cahaya bagi seluruh umat manusia. Tidak perlu kita meminta mukjizat lain, karena Al-Qur'an itu sendiri adalah bukti kebenaran Islam yang tak terbantahkan.

Marilah kita jadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup kita, membaca, memahami, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena di dalamnya terdapat kebahagiaan dunia dan akhirat. Dan marilah kita jauhi sikap keras kepala dan membangkang seperti yang dilakukan oleh Bani Israil, karena sikap seperti itu hanya akan mendatangkan azab Allah dan menjauhkan kita dari rahmat-Nya.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang beriman dengan benar, istiqamah di jalan-Nya, dan mendapatkan syafaat Al-Qur'an di hari kiamat kelak. Aamiin.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 151-155 — An-Nisa

151أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡكَٰفِرُونَ حَقًّاۚ وَأَعۡتَدۡنَا لِلۡكَٰفِرِينَ عَذَابًا مُّهِينًا 
merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.
152وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦ وَلَمۡ يُفَرِّقُواْ بَيۡنَ أَحَدٍ مِّنۡهُمۡ أُوْلَٰٓئِكَ سَوۡفَ يُؤۡتِيهِمۡ أُجُورَهُمۡۚ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا 
Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka, kelak Allah akan memberikan kepada mereka pahalanya. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
153يَسۡـَٔلُكَ أَهۡلُ ٱلۡكِتَٰبِ أَن تُنَزِّلَ عَلَيۡهِمۡ كِتَٰبًا مِّنَ ٱلسَّمَآءِۚ فَقَدۡ سَأَلُواْ مُوسَىٰٓ أَكۡبَرَ مِن ذَٰلِكَ فَقَالُوٓاْ أَرِنَا ٱللَّهَ جَهۡرَةً فَأَخَذَتۡهُمُ ٱلصَّٰعِقَةُ بِظُلۡمِهِمۡۚ ثُمَّ ٱتَّخَذُواْ ٱلۡعِجۡلَ مِنۢ بَعۡدِ مَا جَآءَتۡهُمُ ٱلۡبَيِّنَٰتُ فَعَفَوۡنَا عَن ذَٰلِكَۚ وَءَاتَيۡنَا مُوسَىٰ سُلۡطَٰنًا مُّبِينًا 
Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata: "Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata". Maka mereka disambar petir karena kezalimannya, dan mereka menyembah anak sapi, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami maafkan (mereka) dari yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata.
154وَرَفَعۡنَا فَوۡقَهُمُ ٱلطُّورَ بِمِيثَٰقِهِمۡ وَقُلۡنَا لَهُمُ ٱدۡخُلُواْ ٱلۡبَابَ سُجَّدًا وَقُلۡنَا لَهُمۡ لَا تَعۡدُواْ فِي ٱلسَّبۡتِ وَأَخَذۡنَا مِنۡهُم مِّيثَٰقًا غَلِيظًا 
Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Thursina untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka. Dan kami perintahkan kepada mereka: "Masuklah pintu gerbang itu sambil bersujud", dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka: "Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu", dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh.
155فَبِمَا نَقۡضِهِم مِّيثَٰقَهُمۡ وَكُفۡرِهِم بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ وَقَتۡلِهِمُ ٱلۡأَنۢبِيَآءَ بِغَيۡرِ حَقٍّ وَقَوۡلِهِمۡ قُلُوبُنَا غُلۡفُۢۚ بَلۡ طَبَعَ ٱللَّهُ عَلَيۡهَا بِكُفۡرِهِمۡ فَلَا يُؤۡمِنُونَ إِلَّا قَلِيلًا 
Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan: "Hati kami tertutup". Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebahagian kecil dari mereka.
An-NisaIndeks Quran
176Ayat
MadaniyahRevelation
153Ayat

Terjemah — An-Nisa 153

Surat Ayat 153/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 151–155. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu