Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- الطُّورَ: gunung (Thursina).
- بِمِيثَاقِهِمْ: karena perjanjian yang telah mereka ikrarkan.
- سُجَّدًا: dalam keadaan bersujud, yaitu merendahkan diri dengan menundukkan kepala.
- لَا تَعْدُوا: janganlah kalian melanggar batas.
- مِيثَاقًا غَلِيظًا: perjanjian yang sangat kuat dan kokoh.
Tafsir:
Wahai kaum mukminin, renungkanlah bagaimana Allah memperlakukan Bani Israil dengan kekuasaan-Nya yang Maha Agung. Ketika mereka enggan mengamalkan isi Taurat dan melanggar perjanjian yang telah mereka ikrarkan, Allah mengangkat gunung Thursina di atas kepala mereka sebagai peringatan yang sangat menakutkan. Gunung itu seakan-akan menjadi naungan yang menggantung, hingga mereka pun tunduk dan menerima perjanjian itu dengan terpaksa.
Kemudian Allah memerintahkan mereka melalui Nabi Musa 'alaihis salam untuk memasuki pintu gerbang Baitul Maqdis (Yerusalem) dalam keadaan bersujud, yakni merendahkan diri dan tunduk kepada Allah. Namun, mereka justru masuk dengan cara yang menyimpang, merangkak mundur dengan pantat mereka, sebagai bentuk pembangkangan dan ejekan terhadap perintah Allah.
Selanjutnya, Allah memerintahkan mereka melalui Nabi Dawud 'alaihis salam agar tidak melanggar larangan pada hari Sabtu, yaitu tidak menangkap ikan pada hari tersebut sebagai ujian ketaatan mereka. Namun, mereka melanggar perintah itu dengan liciknya, mereka menangkap ikan pada hari Sabtu dengan berbagai tipu daya. Allah pun mengambil perjanjian yang sangat kuat dari mereka, yaitu ucapan mereka: "Kami dengar dan kami taat." Namun, mereka kemudian mengingkari perjanjian itu dan melanggarnya.
Kisah ini mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi kita. Betapa banyak nikmat dan peringatan yang Allah berikan kepada Bani Israil, namun mereka tetap berpaling dan durhaka. Ini menunjukkan bahwa hati yang keras dan jauh dari keimanan tidak akan mendapatkan manfaat dari mukjizat dan peringatan yang paling dahsyat sekalipun.
Saudaraku, marilah kita jadikan kisah ini sebagai cermin bagi diri kita. Allah telah memberikan kita Al-Qur'an sebagai petunjuk yang sempurna, dan Rasulullah ﷺ sebagai teladan yang agung. Janganlah kita termasuk golongan yang mendengar perintah tetapi tidak menaatinya, atau yang mengaku beriman tetapi hatinya tetap membangkang. Sesungguhnya ketaatan yang tulus dan ketundukan yang ikhlas adalah kunci kebahagiaan di dunia dan akhirat. Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang bersegera dalam ketaatan dan menjauhi larangan-Nya dengan penuh kesadaran dan kecintaan, bukan karena paksaan atau ketakutan semata.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mendengar firman-Nya lalu mengikuti yang terbaik darinya, dan menjauhkan kita dari sifat keras kepala dan pembangkangan yang telah membinasakan umat-umat terdahulu. Aamiin.
📜 Ayat 152-156 — An-Nisa
Terjemah — An-Nisa 154
Surat An-Nisa Ayat 154 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Thursina…Surat Ayat 154/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 152–156. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








