Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- فَأُولَٰئِكَ (fa ulā'ika): Maka mereka itu, yaitu orang-orang yang lemah dan tidak mampu berhijrah karena uzur syar'i.
- عَسَى ('asā): Mudah-mudahan / diharapkan. Dalam konteks ini menunjukkan harapan yang dekat dengan kepastian dari Allah.
- يَعْفُوَ (ya'fuwa): Memaafkan, menghapuskan dosa, dan tidak menghukum.
- عَفُوًّا ('Afuwwan): Maha Pemaaf, yang banyak memaafkan dosa-dosa hamba-Nya.
- غَفُورًا (Ghafūran): Maha Pengampun, yang menutupi dosa-dosa hamba-Nya dengan kasih sayang-Nya.
Tafsir Ayat:
Setelah Allah Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan tentang orang-orang munafik yang enggan berhijrah karena keinginan duniawi dan kemunafikan mereka, serta ancaman bagi mereka, maka pada ayat ini Allah mengecualikan golongan lain yang berbeda keadaannya. Mereka adalah orang-orang yang benar-benar lemah dan memiliki uzur yang sah — baik laki-laki, perempuan, maupun anak-anak — yang tidak memiliki kemampuan fisik atau sarana untuk berhijrah, tidak pula mengetahui jalan keluar dari tekanan dan penindasan yang mereka alami. Mereka tertindas dan tidak berdaya, bukan karena kemalasan atau keengganan, melainkan karena ketidakmampuan yang sesungguhnya.
Maka untuk mereka inilah Allah memberikan kabar gembira: "Mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkan mereka." Ungkapan "عَسَى" dari Allah adalah kepastian, bukan sekadar harapan. Ini adalah pintu rahmat yang terbuka lebar bagi hamba-hamba-Nya yang lemah namun jujur dalam keimanan mereka. Allah mengetahui apa yang tersembunyi di dalam hati mereka, bahwa seandainya mereka mampu, niscaya mereka akan berhijrah dan berjuang di jalan Allah. Karena itu, Allah mengampuni mereka dengan kemurahan dan kelembutan-Nya.
Ayat ini ditutup dengan dua nama Allah yang agung: Al-'Afuww (Maha Pemaaf) dan Al-Ghafūr (Maha Pengampun). Ini adalah jaminan bahwa ampunan Allah meliputi segala dosa bagi siapa saja yang benar-benar memiliki uzur dan kejujuran hati. Allah tidak membebani seseorang melampaui kemampuannya, dan Dia Maha Mengetahui setiap keadaan hamba-Nya.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini adalah pelajaran berharga tentang keadilan dan kasih sayang Allah. Allah tidak pernah menyamakan antara orang yang mampu tetapi malas berbuat kebaikan, dengan orang yang tidak mampu tetapi hatinya penuh keinginan untuk berbuat baik. Allah melihat hati dan niat kita. Jika engkau memiliki keinginan kuat untuk berbuat baik, berhijrah kepada ketaatan, atau memperbaiki diri, tetapi keadaanmu tidak memungkinkan — maka jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Allah Maha Mengetahui apa yang ada di dalam hatimu, dan Dia akan membalas niat baikmu dengan pahala yang sempurna.
Betapa indahnya Islam! Agama yang tidak memberatkan umatnya, tetapi juga tidak membiarkan mereka terjerumus. Maka perbanyaklah doa, perbaikilah niat, dan yakinlah bahwa rahmat Allah selalu dekat dengan orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya Allah itu Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun — pintu ampunan-Nya selalu terbuka bagi hamba-hamba-Nya yang tulus.
📜 Ayat 97-101 — An-Nisa
Terjemah — An-Nisa 99
Surat An-Nisa Ayat 99 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Dan adalah Allah Maha Pemaaf…Surat Ayat 99/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 97–101. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








