Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Al-Mustadh'afin: Orang-orang yang lemah dan tertindas, tidak memiliki daya dan kekuatan untuk membela diri.
- Al-Wildan: Anak-anak kecil yang belum baligh.
- La Yastathi'una Hilah: Tidak mampu melakukan upaya atau siasat untuk menyelamatkan diri.
- Wa La Yahtaduna Sabila: Tidak mengetahui jalan keluar atau cara untuk terbebas dari tekanan.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini merupakan pengecualian yang penuh kasih sayang dari Allah Subhanahu wa Ta'ala terhadap sebagian kaum muslimin yang tertinggal di tengah-tengah kaum musyrikin dan tidak ikut berhijrah. Mereka adalah orang-orang yang benar-benar lemah dan tidak berdaya, terdiri dari kaum pria, wanita, dan juga anak-anak kecil.
Mereka ini memiliki dua sifat utama: *pertama*, tidak memiliki kemampuan sama sekali untuk melakukan perlawanan atau mencari akal untuk melepaskan diri dari cengkeraman orang-orang kafir yang menindas mereka. Mereka tidak punya kekuatan fisik, tidak punya harta, tidak punya koneksi, dan tidak punya siapa pun yang dapat menolong mereka. *Kedua*, mereka tidak mengetahui jalan keluar atau cara untuk berhijrah meninggalkan negeri kekafiran menuju negeri Islam. Mereka tidak mengenal rute perjalanan, tidak punya bekal, dan tidak ada yang menunjukkan jalan kepada mereka.
Allah Ta'ala dengan rahmat dan keadilan-Nya yang sempurna mengecualikan mereka dari celaan dan ancaman yang ditujukan kepada orang-orang yang mampu berhijrah tetapi memilih tinggal bersama orang-orang kafir. Ini menunjukkan betapa agungnya keadilan Allah dan betapa luasnya rahmat-Nya. Allah tidak pernah membebani seseorang melampaui batas kemampuannya, sebagaimana firman-Nya: *"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya"* (QS. Al-Baqarah: 286).
Sungguh indah ajaran Islam ini! Islam adalah agama yang penuh kemudahan dan kasih sayang. Setiap orang dinilai sesuai dengan kemampuan dan kondisinya masing-masing. Orang yang lemah dan tidak berdaya tidak disamakan dengan orang yang kuat dan mampu. Ini adalah bukti bahwa Islam sangat memperhatikan keadaan hamba-hamba-Nya yang lemah dan memberikan kelonggaran bagi mereka yang memiliki uzur (halangan).
Wahai saudaraku yang membaca ayat ini, renungkanlah betapa dekatnya Allah kepada hamba-Nya yang lemah. Allah tidak pernah melupakan keadaanmu, tidak pernah mengabaikan doamu, dan tidak pernah menyia-nyiakan kesulitan yang engkau alami. Jika engkau sedang dalam keadaan lemah, tertindas, atau tidak mampu mengubah keadaanmu, maka ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui. Bersabarlah dan berdoalah kepada-Nya, karena Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
📜 Ayat 96-100 — An-Nisa
Terjemah — An-Nisa 98
Surat Ayat 98/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 96–100. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








