Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Bārizūn (بَارِزُونَ): Orang-orang yang tampak jelas dan terbuka di tanah lapang, tidak ada yang menutupi mereka.
- Lā yakhfā (لَا يَخْفَى): Tidak tersembunyi atau tidak samar.
- Al-Mulk (الْمُلْكُ): Kekuasaan mutlak dan kerajaan yang sempurna.
- Al-Wāhid (الْوَاحِدُ): Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya.
- Al-Qahhār (الْقَهَّارُ): Yang Maha Perkasa lagi Maha Menundukkan segala sesuatu.
Tafsir Ayat:
Bayangkanlah sebuah hari yang sangat agung, yaitu hari kiamat, ketika seluruh makhluk dari zaman Nabi Adam hingga manusia terakhir dikeluarkan dari kubur mereka. Mereka semua berdiri di sebuah tanah lapang yang sangat luas, tanpa ada gunung, bangunan, atau tabir apa pun yang menutupi mereka. Semua tampak jelas dan terbuka—tidak ada satu pun yang tersembunyi, baik tubuh mereka, amal perbuatan mereka, maupun segala rahasia yang selama ini mereka sembunyikan di dunia.
Pada hari itu, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengetahui segala sesuatu dari mereka. Tidak ada satu pun yang samar bagi-Nya, baik yang kecil maupun yang besar, yang tampak maupun yang tersembunyi. Bahkan detak jantung, bisikan hati, dan langkah kaki mereka semua tercatat dan diketahui oleh Allah yang Maha Melihat lagi Maha Mengetahui.
Ketika seluruh makhluk telah berkumpul di padang mahsyar yang maha luas itu, Allah bertanya dengan pertanyaan yang mengguncang seluruh alam: "Milik siapakah kerajaan pada hari ini?" Maka tidak ada seorang pun yang berani menjawab, karena seluruh makhluk berada dalam ketakutan dan kehinaan di hadapan kebesaran-Nya. Lalu Allah sendiri yang menjawab: "Milik Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa." Ya, pada hari itu seluruh kekuasaan yang pernah dimiliki oleh para raja, penguasa, dan orang-orang sombong di dunia telah sirna. Tidak ada lagi mahkota, singgasana, atau kekuasaan apa pun kecuali milik Allah semata.
Allah adalah Al-Wāhid, Yang Maha Esa dalam zat, sifat, dan perbuatan-Nya. Tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan-Nya. Dan Dia adalah Al-Qahhār, Yang Maha Menundukkan segala sesuatu dengan keperkasaan-Nya. Seluruh makhluk tunduk dan patuh di hadapan-Nya, bahkan kematian yang dahulu ditakuti oleh manusia, pada hari itu tunduk sepenuhnya kepada kehendak-Nya.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita tentang hakikat kehidupan yang sebenarnya. Hari ini kita mungkin merasa kuat, kaya, dan berkuasa di dunia. Kita mungkin merasa bangga dengan jabatan, harta, atau ketampanan kita. Namun ingatlah, suatu saat nanti semua itu akan sirna dan kita akan berdiri telanjang di hadapan Allah, tanpa ada yang bisa melindungi kita.
Maka jadikanlah hari ini sebagai kesempatan untuk mempersiapkan diri menghadapi hari yang agung itu. Perbanyaklah amal saleh, perbaikilah hubungan dengan Allah dan sesama manusia, serta jauhi segala larangan-Nya. Sesungguhnya Allah yang memiliki kerajaan langit dan bumi ini adalah Zat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dia membuka pintu taubat bagi siapa saja yang mau kembali kepada-Nya sebelum ajal menjemput.
Janganlah kita termasuk orang-orang yang lalai dan tertipu oleh gemerlap dunia. Karena pada hari itu, tidak ada yang dapat menolong kita kecuali amal kebaikan yang pernah kita lakukan dengan ikhlas karena Allah. Semoga Allah memudahkan kita untuk menjadi hamba-hamba-Nya yang bertakwa dan mendapatkan kebahagiaan di hari yang agung itu. Aamiin.
📜 Ayat 14-18 — Gafir
Terjemah — Gafir 16
Surat Ayat 16/85 — Gafir غافر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Gafir Dengarkan, Gafir Terjemah, Gafir mp3, Gafir pdf. Ayat 14–18. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








