Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- رَفِيعُ الدَّرَجَاتِ: Maha Tinggi derajat-Nya, Yang meninggikan derajat para nabi dan wali-Nya di surga.
- ذُو الْعَرْشِ: Pemilik ‘Arsy (singgasana) yang agung, Pencipta dan Penguasa-Nya.
- يُلْقِي الرُّوحَ: Menurunkan wahyu, yang disebut “ruh” karena hati menjadi hidup karenanya sebagaimana badan hidup dengan ruh.
- مِنْ أَمْرِهِ: Dari ketetapan dan kehendak-Nya.
- يَوْمَ التَّلَاقِ: Hari pertemuan, yaitu hari kiamat ketika seluruh makhluk dari awal hingga akhir saling bertemu.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta’ala memperkenalkan diri-Nya kepada hamba-hamba-Nya dengan sifat-sifat keagungan yang memenuhi hati dengan kekaguman dan ketundukan. Dia-lah Yang Maha Tinggi derajat-Nya, ketinggian yang mutlak dan sempurna, jauh melampaui seluruh makhluk-Nya. Tidak ada satu pun yang menyerupai-Nya, dan tidak ada satu pun yang setara dengan-Nya. Dia-lah Pemilik ‘Arsy yang agung, singgasana kekuasaan yang menjadi simbol keagungan kerajaan-Nya yang meliputi seluruh alam semesta.
Dari balik keagungan dan ketinggian-Nya itu, Allah mencurahkan kasih sayang-Nya kepada hamba-hamba pilihan-Nya. Dia menurunkan wahyu — yang disebut sebagai “ruh” — kepada para nabi dan rasul yang dikehendaki-Nya. Wahyu itu adalah nyawa bagi hati yang mati, cahaya bagi kegelapan, dan petunjuk bagi kesesatan. Dengan wahyu itulah hati menjadi hidup, jiwa menjadi tenang, dan manusia mengetahui jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.
Allah menurunkan wahyu itu kepada para rasul agar mereka menyampaikan peringatan kepada umat manusia tentang Yaumut-Talāq — hari pertemuan yang agung. Pada hari itu, seluruh manusia dari generasi pertama hingga generasi terakhir akan dikumpulkan di satu tempat yang sama. Mereka akan saling bertemu, saling melihat, dan saling menyaksikan apa yang telah mereka perbuat selama di dunia. Tidak ada yang luput, tidak ada yang terlupakan.
Hari itu adalah hari yang penuh keadilan, di mana setiap jiwa akan menerima balasan sesuai dengan amalnya. Orang-orang yang beriman dan beramal saleh akan berjumpa dengan Rabb mereka dalam kebahagiaan dan kenikmatan, sementara orang-orang yang ingkar akan menyaksikan akibat dari kesombongan dan kedurhakaan mereka.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajak kita untuk merenungkan kebesaran Allah dan kasih sayang-Nya yang tiada batas. Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung tidak membiarkan hamba-Nya berjalan dalam kegelapan tanpa petunjuk. Dia mengutus para rasul dengan wahyu yang menjadi cahaya penerang jalan hidup kita.
Wahyu itu adalah rahmat terbesar yang Allah berikan kepada umat manusia. Ia adalah “ruh” yang menghidupkan hati yang mati, mengeluarkan manusia dari kegelapan syirik menuju cahaya tauhid, dari kebodohan menuju ilmu, dan dari kehancuran menuju keselamatan.
Maka, marilah kita jadikan Al-Qur’an sebagai ruh yang menghidupkan hati kita setiap hari. Bacalah, renungkanlah, dan amalkanlah. Jangan biarkan hati kita mati karena jauh dari wahyu Allah. Sesungguhnya hati yang hidup adalah hati yang selalu terhubung dengan Kitabullah.
Dan ingatlah selalu tentang Yaumut-Talāq — hari di mana kita akan bertemu dengan orang-orang yang kita cintai, bertemu dengan para nabi, dan yang terpenting bertemu dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semoga kita termasuk orang-orang yang berbahagia pada pertemuan itu, bukan orang-orang yang menyesal. Aamiin.
📜 Ayat 13-17 — Gafir
Terjemah — Gafir 15
Surat Gafir Ayat 15 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : (Dialah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai 'Arsy, Yang mengutus…Surat Ayat 15/85 — Gafir غافر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Gafir Dengarkan, Gafir Terjemah, Gafir mp3, Gafir pdf. Ayat 13–17. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








