Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- عَارِضًا (aridhan): Awan yang tampak di ufuk langit.
- مُسْتَقْبِلَ أَوْدِيَتِهِمْ (mustaqbila awdiyatihim): Menghadap dan mengarah ke lembah-lembah mereka.
- مُمْطِرُنَا (mumthiruna): Yang akan menurunkan hujan kepada kami.
- مَا اسْتَعْجَلْتُم بِهِ (ma ista'jaltum bihi): Azab yang kalian minta segera diturunkan.
Tafsir Ayat:
Ketika azab yang mereka minta dengan nada menantang itu akhirnya datang, mereka melihatnya sebagai awan tebal yang membentang di ufuk langit dan bergerak menuju lembah-lembah tempat tinggal mereka. Seketika itu pula hati mereka dipenuhi harapan, dan dengan penuh kegembiraan mereka berkata, "Ini adalah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami!" Mereka mengira itu adalah pertanda kebaikan dan berkah.
Namun, Nabi Hud 'alaihissalam segera meluruskan persangkaan keliru mereka. Beliau berkata, "Bukan demikian! Ini bukanlah awan pembawa rahmat sebagaimana yang kalian duga. Ini justru azab yang kalian minta disegerakan dengan nada mengejek ketika kalian berkata, 'Datangkanlah kepada kami apa yang engkau ancamkan kepada kami!'" Kemudian beliau menjelaskan hakikat sebenarnya: "Ini adalah angin yang membawa azab yang sangat pedih dan menyakitkan."
Mereka tertipu oleh penampilan lahiriah, mengira awan itu adalah kabar gembira, padahal di baliknya tersimpan kemurkaan Allah. Sungguh, manusia sering kali tidak mampu menembus hakikat sesuatu, dan hanya Allah yang mengetahui segala perkara yang gaib.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, perhatikanlah bagaimana kaum 'Ad tertipu oleh penampilan lahiriah. Mereka melihat awan, lalu berasumsi itu adalah hujan rahmat, padahal itu adalah azab yang membinasakan. Ini mengajarkan kita bahwa penilaian manusia sering kali keliru, dan hanya Allah yang Maha Mengetahui hakikat segala sesuatu.
Betapa pentingnya bagi kita untuk senantiasa berpegang pada petunjuk Allah dan Rasul-Nya, bukan pada perkiraan dan dugaan semata. Jangan sampai kita tertipu oleh kenikmatan dunia yang tampak indah, padahal di baliknya ada murka Allah. Sebaliknya, jangan pula kita membenci sesuatu yang tampak sulit, padahal di baliknya tersimpan kebaikan dan rahmat-Nya.
Marilah kita jadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup, agar kita tidak tersesat oleh tipuan penampilan. Sesungguhnya orang yang berpegang teguh pada wahyu Allah akan selamat di dunia dan akhirat, serta akan merasakan manisnya iman dalam hatinya. Semoga Allah senantiasa membimbing kita menuju jalan yang lurus dan menjauhkan kita dari azab yang pedih. Aamiin.
📜 Ayat 22-26 — Al-Ahqaf
Terjemah — Al-Ahqaf 24
Surat Ayat 24/35 — Al-Ahqaf الأحقاف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Ahqaf Dengarkan, Al-Ahqaf Terjemah, Al-Ahqaf mp3, Al-Ahqaf pdf. Ayat 22–26. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








