Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- مَبْلَغُهُمْ (mablaghuhum): batas akhir atau puncak pencapaian mereka.
- مِنَ الْعِلْمِ (min al-'ilmi): dari pengetahuan atau ilmu yang mereka miliki.
- ضَلَّ (dhal): tersesat, menyimpang dari jalan yang benar.
- سَبِيلِهِ (sabilihi): jalan-Nya, yaitu jalan Allah yang lurus (Islam).
- اهْتَدَى (ihtada): mendapat petunjuk, mengikuti jalan kebenaran.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini melanjutkan penjelasan tentang orang-orang musyrik yang menolak kebenaran dan hanya mengejar kehidupan dunia. Mereka menamakan malaikat dengan nama perempuan dan mengikuti prasangka serta hawa nafsu semata. Allah ﷻ berfirman: *"Itulah batas akhir pengetahuan mereka"* — yakni segala yang mereka capai dan yakini itu hanyalah sebatas urusan duniawi yang fana, tidak melampaui kehidupan dunia. Mereka tidak memiliki ilmu yang bermanfaat untuk kehidupan akhirat, tidak pula keyakinan yang benar tentang Allah, malaikat, dan hari pembalasan. Pengetahuan mereka dangkal, hanya sebatas dugaan dan angan-angan kosong.
Kemudian Allah ﷻ berfirman: *"Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk."* Ini adalah ancaman yang sangat tegas sekaligus penghiburan bagi Rasulullah ﷺ. Allah ﷻ mengetahui dengan sempurna siapa saja yang menyimpang dari jalan kebenaran dan siapa saja yang berjalan di atas petunjuk. Tidak ada satu pun yang tersembunyi dari ilmu-Nya. Maka janganlah engkau bersedih karena keingkaran mereka, wahai Rasulullah, karena Allah akan membalas masing-masing sesuai dengan amal perbuatannya. Orang yang tersesat akan mendapatkan balasan kesesatannya, dan orang yang mendapat petunjuk akan memperoleh ganjaran kebaikan yang berlipat ganda.
Ayat ini juga mengandung peringatan keras bagi setiap hamba yang berpaling dari Al-Qur'an dan Sunnah, yang lebih mengutamakan hawa nafsu dan kesenangan dunia daripada akhirat. Betapa banyak manusia yang merasa puas dengan pengetahuan duniawi yang sempit, namun lalai dari ilmu yang bermanfaat untuk kebahagiaan abadi di akhirat.
Renungan dan Nasihat:
Saudaraku seislam, marilah kita renungkan sejenak. Betapa banyak di antara kita yang menghabiskan umur untuk mengejar dunia, namun melupakan tujuan penciptaan kita. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang mendekatkan kita kepada Allah ﷻ dan membawa kita kepada kebahagiaan hakiki. Janganlah kita termasuk golongan yang disebut dalam ayat ini — orang-orang yang batas pengetahuannya hanya sebatas dunia dan syahwatnya.
Allah ﷻ Maha Mengetahui segala sesuatu. Tidak ada yang tersembunyi dari-Nya, baik yang tersesat maupun yang mendapat petunjuk. Maka marilah kita berintrospeksi diri: di manakah posisi kita? Apakah kita termasuk orang-orang yang mencari keridhaan Allah, atau justru termasuk orang-orang yang hanya mengejar kepuasan dunia?
Ayat ini mengajak kita untuk memperluas wawasan keilmuan kita, bukan hanya ilmu dunia tetapi juga ilmu agama yang membimbing kita menuju surga-Nya. Sesungguhnya kebahagiaan sejati bukan terletak pada banyaknya harta dan kemewahan dunia, melainkan pada ketenangan hati dalam mengikuti petunjuk Allah ﷻ dan Rasul-Nya ﷺ.
Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mendapat petunjuk, yang berilmu bermanfaat, dan yang diakhiri dengan husnul khatimah. Aamiin.
📜 Ayat 28-32 — An-Najm
Terjemah — An-Najm 30
Surat An-Najm Ayat 30 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Itulah sejauh-jauh pengetahuan mereka. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang paling mengetahui…Surat Ayat 30/62 — An-Najm النجم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Najm Dengarkan, An-Najm Terjemah, An-Najm mp3, An-Najm pdf. Ayat 28–32. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








