Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- آلَاءِ: Nikmat-nikmat yang banyak dan agung.
- رَبِّكُمَا: Rabb kalian berdua (manusia dan jin).
- تُكَذِّبَانِ: Kalian berdua mendustakan.
Tafsir:
Wahai manusia dan jin, Allah Subhanahu wa Ta'ala telah melimpahkan kepada kalian nikmat-nikmat yang tidak terhitung jumlahnya. Nikmat penciptaan, nikmat kehidupan, nikmat rezeki, nikmat petunjuk, nikmat kesehatan, dan segala sesuatu yang kalian butuhkan di dunia maupun di akhirat. Maka dengan nikmat Rabb kalian yang mana lagi yang kalian berdua dustakan?
Ayat ini merupakan teguran yang penuh kasih sayang dari Allah kepada kedua golongan makhluk-Nya yang diberi akal dan tanggung jawab, yaitu manusia dan jin. Allah mengingatkan mereka agar merenungkan betapa banyaknya karunia yang telah diberikan, lalu mempertanyakan: apakah masih ada satu pun nikmat yang bisa kalian dustakan? Sungguh, tidak ada satu nikmat pun yang patut didustakan, karena semuanya nyata dan dirasakan oleh setiap makhluk.
Saudaraku, renungkanlah sejenak! Setiap detak jantung yang berdetak, setiap tarikan napas yang kita hirup, setiap butir makanan yang kita santap, setiap tetes air yang kita minum — semuanya adalah nikmat dari Allah yang tiada tandingannya. Bahkan ketika kita dalam keadaan sulit sekalipun, masih ada nikmat kesabaran dan harapan yang Allah tanamkan dalam hati. Maka, bagaimana mungkin kita mendustakan semua ini?
Ayat ini juga mengajarkan kita untuk senantiasa bersyukur dan tidak kufur. Syukur bukan hanya dengan lisan, tetapi juga dengan hati yang meyakini bahwa semua nikmat berasal dari Allah, dan dengan anggota badan yang digunakan untuk taat kepada-Nya. Ketika hati kita dipenuhi rasa syukur, maka Allah akan menambah nikmat-Nya, sebagaimana janji-Nya dalam firman-Nya: "Jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepada kalian."
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat setiap kali kita menikmati karunia Allah. Ucapkanlah "Alhamdulillah 'ala kulli hal" (segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan), dan jadikanlah rasa syukur itu sebagai pendorong untuk semakin dekat kepada Allah, semakin taat kepada perintah-Nya, dan semakin menjauhi larangan-Nya. Karena sesungguhnya, nikmat yang paling agung adalah nikmat iman dan Islam yang telah Allah anugerahkan kepada kita. Maka, wahai saudaraku, janganlah sekali-kali kita mendustakan nikmat-nikmat Allah, tetapi jadikanlah ia sebagai bekal untuk meraih keridhaan-Nya di dunia dan kebahagiaan abadi di akhirat kelak.
📜 Ayat 47-51 — Ar-Rahman
Terjemah — Ar-Rahman 49
Surat Ar-Rahman Ayat 49 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?Surat Ayat 49/78 — Ar-Rahman الرحمن (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ar-Rahman Dengarkan, Ar-Rahman Terjemah, Ar-Rahman mp3, Ar-Rahman pdf. Ayat 47–51. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








