Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- لَئِنْ أُخْرِجُوا = Sungguh, jika mereka (Yahudi Bani Nadhir) diusir dari kampung halamannya.
- لَا يَخْرُجُونَ مَعَهُمْ = Mereka (orang-orang munafik) tidak akan ikut keluar bersama mereka.
- وَلَئِن قُوتِلُوا = Dan sungguh, jika mereka diperangi.
- لَا يَنصُرُونَهُمْ = Mereka (orang-orang munafik) tidak akan menolong mereka.
- وَلَئِن نَّصَرُوهُمْ = Dan sungguh, jika mereka (orang-orang munafik) datang untuk menolong mereka.
- لَيُوَلُّنَّ الْأَدْبَارَ = Pasti mereka akan berbalik melarikan diri (kabur meninggalkan medan perang).
- ثُمَّ لَا يُنصَرُونَ = Kemudian mereka (Yahudi) tidak akan mendapat pertolongan.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala memberitakan tentang keadaan orang-orang munafik yang telah berjanji kepada kaum Yahudi Bani Nadhir bahwa mereka akan membantu dan membela mereka jika terjadi peperangan. Namun Allah membongkar kebohongan dan kepalsuan janji mereka.
Sungguh, jika kaum Yahudi itu diusir dari kampung halamannya di Madinah, maka orang-orang munafik itu tidak akan ikut keluar bersama mereka. Mereka hanya pandai berjanji dan beromong kosong, tetapi tidak pernah menepati janji. Dan jika kaum Yahudi itu diperangi, maka orang-orang munafik itu pun tidak akan menolong mereka sebagaimana yang telah mereka janjikan.
Bahkan seandainya pun mereka benar-benar datang untuk menolong kaum Yahudi, maka mereka pasti akan berbalik melarikan diri dari medan perang, meninggalkan sekutu mereka dalam keadaan terhina dan sendirian. Setelah itu, kaum Yahudi tidak akan mendapatkan pertolongan dari siapa pun, baik dari sekutu mereka maupun dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Ayat ini menjadi bukti kebenaran janji Allah dan Rasul-Nya, karena apa yang diberitakan Allah dalam ayat ini benar-benar terjadi. Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengepung Bani Nadhir, orang-orang munafik tidak menepati janji mereka, dan Bani Nadhir akhirnya terusir dalam keadaan hina.
Pelajaran dan Hikmah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita beberapa pelajaran berharga:
- Jangan pernah mengandalkan pertolongan manusia yang tidak tulus. Orang-orang munafik adalah contoh nyata sekutu yang tidak bisa diandalkan. Mereka pandai berjanji tetapi lari saat dibutuhkan. Maka, jadikanlah Allah sebagai satu-satunya sandaran dan penolong kita.
- Janji tanpa kejujuran adalah kebohongan. Allah membongkar kepalsuan orang-orang munafik yang berjanji akan menolong tetapi tidak pernah menepatinya. Sebagai seorang Muslim, kita harus selalu menepati janji, karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa tanda orang munafik adalah jika berjanji ia mengingkari.
- Kemenangan sejati hanya dari Allah. Orang-orang munafik dan sekutu-sekutunya akan selalu lari dari medan perang, tetapi Allah senantiasa menolong hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa. Maka, perkuatlah iman dan keyakinan kita bahwa pertolongan Allah pasti datang bagi orang-orang yang sabar dan bertakwa.
- Allah Maha Mengetahui segala tipu daya. Tidak ada satu pun rencana jahat yang tersembunyi dari Allah. Orang-orang munafik dan Yahudi bersekongkol untuk memadamkan cahaya Islam, tetapi Allah menggagalkan semua rencana mereka dan menjadikan mereka hina.
Semoga kita semua dijauhkan dari sifat munafik dan selalu istiqamah dalam kejujuran dan ketulusan. Aamiin.
📜 Ayat 10-14 — Al-Hasyr
Terjemah — Al-Hasyr 12
Surat Al-Hasyr Ayat 12 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya jika mereka diusir, orang-orang munafik itu tidak akan keluar…Surat Ayat 12/24 — Al-Hasyr الحشر (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Hasyr Dengarkan, Al-Hasyr Terjemah, Al-Hasyr mp3, Al-Hasyr pdf. Ayat 10–14. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








