Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- الْقَاهِرُ (Al-Qāhir): Yang Maha Mengalahkan dan Maha Menundukkan segala sesuatu dengan kekuasaan-Nya yang sempurna. Tidak ada satu pun yang mampu melawan atau menghindar dari genggaman-Nya.
- فَوْقَ عِبَادِهِ (Fauqa 'Ibādihī): Di atas hamba-hamba-Nya, yaitu ketinggian yang mutlak dan agung yang sesuai dengan keagungan Allah, bukan ketinggian tempat atau arah sebagaimana makhluk.
- الْحَكِيمُ (Al-Ḥakīm): Yang Maha Bijaksana dalam segala ciptaan, perintah, dan takdir-Nya. Meletakkan segala sesuatu pada tempatnya.
- الْخَبِيرُ (Al-Khabīr): Yang Maha Mengetahui segala sesuatu secara detail dan mendalam, tidak ada yang tersembunyi dari pengetahuan-Nya, baik yang lahir maupun yang batin.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala memberitahukan kepada kita tentang keagungan dan kekuasaan-Nya yang mutlak. Dia-lah Al-Qāhir, Yang Maha Mengalahkan dan Maha Menundukkan seluruh hamba-Nya. Semua makhluk tunduk di bawah kekuasaan-Nya, tidak ada satu pun yang mampu melawan kehendak-Nya. Para raja dan penguasa yang sombong di muka bumi ini, betapapun kuat dan perkasanya mereka, pada hakikatnya berada dalam genggaman Allah. Mereka tunduk dan takluk di bawah kekuasaan-Nya, meskipun mereka tidak menyadarinya.
Ketinggian Allah di atas hamba-hamba-Nya adalah ketinggian yang mutlak, ketinggian yang sesuai dengan keagungan dan keesaan-Nya. Dia tidak disifati dengan tempat atau arah, karena Dia Maha Suci dari itu semua. Ketinggian-Nya adalah ketinggian kekuasaan, keagungan, dan keperkasaan yang tidak dapat dibayangkan oleh akal manusia.
Kemudian Allah menyifati diri-Nya dengan Al-Ḥakīm (Maha Bijaksana) dan Al-Khabīr (Maha Mengetahui). Dia bijaksana dalam segala yang Dia ciptakan dan perintahkan, tidak ada kebatilan dan kezaliman sedikit pun dalam ketetapan-Nya. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu, tidak ada yang tersembunyi dari-Nya, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, baik yang kecil maupun yang besar.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, renungkanlah keagungan Allah yang telah disebutkan dalam ayat ini. Jika Allah adalah Al-Qāhir yang Maha Mengalahkan di atas hamba-hamba-Nya, lalu mengapa kita masih berani bermaksiat kepada-Nya? Mengapa kita masih menyekutukan-Nya dengan sesuatu yang tidak mampu memberikan manfaat maupun mudarat? Tidakkah kita takut kepada kekuasaan-Nya yang tidak ada satu pun yang mampu menandingi?
Ketika kita menyadari bahwa Allah Maha Bijaksana dalam segala ketetapan-Nya, maka hati kita akan tenang menghadapi segala ujian dan cobaan. Kita yakin bahwa di balik setiap takdir Allah terdapat hikmah yang indah, meskipun kita belum memahaminya. Dan ketika kita menyadari bahwa Allah Maha Mengetahui segala isi hati kita, maka kita akan menjaga diri dari perbuatan dosa yang tersembunyi, karena Allah melihat dan mengetahui semuanya.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat untuk senantiasa tunduk dan patuh kepada Allah, memperbaiki ibadah kita, dan menjauhkan diri dari kesyirikan. Sesungguhnya kebahagiaan sejati terletak pada ketundukan kita kepada Allah Yang Maha Kuasa, Maha Bijaksana, dan Maha Mengetahui. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang selalu merendahkan diri di hadapan kebesaran-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 16-20 — Al-An'am
Terjemah — Al-An'am 18
Surat Al-An'am Ayat 18 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. Dan Dialah Yang…Surat Ayat 18/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 16–20. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








