Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Furādā: Sendirian, seorang diri, tanpa harta, tanpa keluarga, dan tanpa penolong.
- Khawwalnākum: Nikmat yang Kami berikan kepada kalian, seperti harta, kekuasaan, dan kedudukan.
- Syufa‘ā’akum: Sesembahan-sesembahan kalian yang kalian anggap dapat memberi syafaat (pertolongan).
- Taqaṭṭa‘a bainakum: Terputuslah hubungan dan ikatan di antara kalian.
- Ḍalla ‘ankum: Hilang dan lenyap dari kalian.
Tafsir:
Wahai manusia, renungkanlah! Pada hari kiamat nanti, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan berfirman kepada orang-orang kafir dengan nada yang tegas dan penuh keagungan: "Sungguh, kalian telah datang menghadap Kami seorang diri, tanpa ditemani siapa pun, sebagaimana Kami pertama kali menciptakan kalian dari tanah, kemudian menjadi air mani, lalu menjadi segumpal darah, hingga kalian lahir ke dunia dalam keadaan telanjang, tanpa membawa apa pun."
Ketika itu, segala sesuatu yang kalian banggakan di dunia—harta yang melimpah, tahta yang tinggi, anak-anak yang kalian cintai, serta segala kemewahan yang kalian kumpulkan—semuanya telah kalian tinggalkan di belakang punggung kalian. Kalian tidak dapat membawa sedikit pun darinya. Kalian datang dengan tangan kosong, tanpa bekal amal saleh, dan tanpa seorang penolong pun.
Lalu Allah berfirman: "Dan Kami tidak melihat bersama kalian sesembahan-sesembahan yang dahulu kalian sembah dan kalian klaim sebagai sekutu-sekutu Kami. Kalian dahulu mengira bahwa mereka akan memberi syafaat kepada kalian di sisi Kami, dan kalian menganggap mereka sebagai perantara antara kalian dengan Kami. Namun, hari ini mereka tidak ada bersama kalian. Mereka tidak dapat menolong kalian sedikit pun, bahkan mereka sendiri tidak dapat menolong dirinya sendiri."
Pada saat itulah terputus segala ikatan yang selama ini kalian banggakan. Hubungan yang kalian jalin dengan sesembahan-sesembahan itu, serta segala harapan kalian akan pertolongan mereka, semuanya sirna dan hilang bagaikan fatamorgana di padang pasir. Kalian menyadari bahwa kalian telah tertipu oleh bisikan setan dan hawa nafsu. Kalian benar-benar menjadi orang-orang yang merugi, baik di dunia maupun di akhirat.
Pesan dan Pelajaran:
Saudaraku, ayat ini adalah peringatan yang sangat agung bagi kita semua. Kehidupan dunia ini hanyalah persinggahan sementara. Harta, jabatan, dan segala yang kita banggakan hanyalah titipan Allah yang suatu saat pasti akan kita tinggalkan. Maka, janganlah kita terpedaya oleh gemerlap dunia sehingga melupakan tujuan utama kita diciptakan, yaitu beribadah kepada Allah semata.
Jadikanlah ayat ini sebagai pengingat untuk senantiasa memperbanyak amal saleh, memperbaiki hubungan dengan Allah, dan tidak menggantungkan harapan kepada selain-Nya. Karena hanya Allah-lah yang Maha Menolong, Maha Memberi Syafaat, dan Maha Pengasih. Sungguh, betapa bahagianya orang yang ketika datang menghadap Allah di hari kiamat nanti, ia datang dengan membawa bekal iman dan amal saleh, bukan dengan bekal kemaksiatan dan kesyirikan.
Marilah kita perbaiki diri, perbanyak istighfar, dan senantiasa bertawakal kepada Allah. Semoga Allah memudahkan kita untuk menjadi hamba-hamba-Nya yang ikhlas dan bertakwa, serta menjauhkan kita dari segala bentuk kesyirikan dan kemusyrikan. Aamiin.
📜 Ayat 92-96 — Al-An'am
Terjemah — Al-An'am 94
Surat Al-An'am Ayat 94 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami…Surat Ayat 94/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 92–96. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








